Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Ansar Sebut Travel Bubble Upaya Hindari PHK di Usaha Pariwisata Kepri

Gubernur Kepri Ansar Ahmad Saat mengikuti Koordinasi (Rakor) bersama Wakil Menteri Kesehatan RI secara virtual (Foto: Istimewa)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang-  Gubernur Kepri H Ansar Ahmad, mengungkapkan Program Safe Travel Bubble menjadi upaya dalam menghindari terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran di dunia pariwisata.

Dari data yang dihimpun, pelaku sektor pariwisata, akan mem-PHK karyawannya antara Juni dan Juli 2021 mendatang jika tidak ada stimulus dalam pembukaan pintu masuk wisatawan manca negara.

“Jika hal ini terjadi, maka dikhawatirkan akan menimbulkan persoalan baru yang lebih besar,” jelas Ansar dalam Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Wakil Menteri Kesehatan RI secara virtual dengan agenda Monitoring Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 di Provinsi Kepulauan Riau, Selasa (23/3/2021).

Dengan dibukanya destinasi wisata di Bintan Resort Lagoi dan Nongsa Point Marina Batam, maka kran wisatawan manca negara akan masuk lagi Ke Kepri untuk menghidari terjadinya PHK.

Gubernur dalam kesempatan ini didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Kepri H TS Arif Fadilah, Kepala BP2RD Hj Reni Yusneli, Dirut RSUP RAT beserta Wakil Satgas Penanganan Covid-19 Tjetjep Yudiana.

Ansar menjelaskan, bahawa baru-baru ini telah melaksanakan vaksinasi pelayan publik sektor pariwisata di Kepri dan hal itu juga langsung disaksikan Menteri Pariwisata RI, Salahuddin Sandiaga Uno.

“Adapun temanya adalah ‘Safe Travel Bubble’ di Bintan Resort Lagoi dan di Nongsa Point Marina. Menyangkut protokol kesehatannya sudah disiapkan dengan rapi sebagai tanda keseriusan kita. Komunikasi instens dengan pihak luar juga terus kita bangun,” tegas Ansar.

Untuk tahap awal, Ansar menuturkan 4.000 vaksinasi sudah berikan kepada petugas pariwisata dengan persetujuan Menteri Kesehatan.

Karena menurut Ansar kedua wilayah ini tidak berafiliasi langsung dengan masyarakat. Hanya saja, mereka perlu diskresi yang mereka harapkan waktu turis itu masuk ke Batam dan Bintan cukup dengan genose dan kembali lagi ke Singapura baru di swab.

“Kita menggunakan vaksin reguler yang diberikan pada tahap dua untuk para petugas wisata ini, dan kami sudah mengusulkan untuk tambahannya dengan seluruh kebutuhan yang diperlukan sekitar 30.000 dosis untuk petugas pariwisata dan masyarakat di perkampungan yang dekat dengan wisata dan keluarga petugas pariwisata,” tuturnya.

“Harapan kami, Pak Wamen untuk dapat menyampaikan dan membicarakan persoalan-persoalan rencana safe travel bubble agar berjalan sesuai deadline yang sudah kami persiapkan, dan tidak tertunda lagi,” tutup Ansar.

Lebih lanjut, Ansar menyampaikan bahwa perkembangan covid-19 dari seluruh kabupaten/kota yang ada di Kepuluan Riau menunjukan penuruanan angka.

Empat kabupaten di Kepri, saat ubu sudah menunjukkan angka zero kasus dan menjadi green zone. Sedangkan di tiga kabupaten/kota yakni Batam, Tanjungpinang dan Bintan juga mulai membaik dengan hanya 1-3 kasus saja. Dan tingkat kesembuhan mencapai 95,50 persen.

Adapun perkembangan vaksinasi untuk lansia, dikatakan Ansar masih dalam proses dan perlu terus mendorong. Mengingat para lansia ini komorbit, ada yang memiliki penyakit bawaan. Ditambah lagi menyangkut permasalaham psikisnya.

Adapun vaksinasi yang sudah dilaksanakan di Kepulauan Riau, untuk astrazeneca juga terus digesa dan akan bekerja sama dengan vaksinator TNI-Polri.

“Nanti kita akan dorong lagi melalui RT/RW dengan menyiapkan fasilitas dan edukasi lebih gencar lagi. Ini juga untuk dapat disasar lebih cepat dan lansia menjadi perhatian khusus bagi kami,” pungkas Ansar.

Penulis:Redaksi
Editor  :Redaksi

Comments
Loading...