Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Korupsi Tunjangan Perumahan, Kejati Kepri Periksa 22 Mantan DPRD Natuna 2009-2014

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Kepri Jendra Firdaus

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang- Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau kembali memeriksa 22 orang mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Natuna terkait dugaan korupsi dana tunjangan perumahan bagi pimpinan dan anggota DPRD 2011 sampai 2015, Selasa (23/3/2021).

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Kepri, Jendra Firdaus mengatakan pemeriksan sejumlah mantan anggota DPRD Natuna periode 2009-2014 itu dilakukan oleh tim penyidik tindak pidana khusus kejaksaan Tinggi Kepri.

“Ke 22 orang mantan anggota DPRD Kabupaten Natuna periode 2009 sampai 2014 adalah saksi. Mereka antara lain, berinsial DI, DW, S, WS, M, Y, H, R, H, MF, S, R, Z, MY, RM, NYS, H, DG, AH, A, W, dan MB,” kata Jendra.

Pemeriksaan saksi lanjutnya, dilakukan untuk memperkuat alat bukti dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi Pemberian Tunjangan Perumahan bagi Pimpinan Dan Anggota DPRD Kabupaten Natuna dengan tersangka berinisial HC, IS, RA,M dan S.

Pemeriksaan sendiri dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan tentang pencegahan penularan Covid-19, yang antara lain dengan memperhatikan jarak aman antara saksi yang diperiksa dengan Penyidik yang memeriksa sertai wajib mengenakan masker dan selalu mencuci tangan menggunakan hand sanitizer sebelum dan sesudah pemeriksaan.

Sebagaimana diketahui, selama 4 tahun kasus tunjangan perumahan DPRD Natuna ini mandek dalam penyidikan.

Dugaan korupsi yang merugikan keuangan negara Rp.7,7 Milliar ini, mandek ketika Kejaksaan Agung dipimpin Muhammad Prasetyo dan Kepala kejaksaan Tinggi Kepri dijabat Yunan Harjaka.

Kemudian setelah jabatan Kepala kejaksaan Tinggi beralih kepada Asri Agung Putra, kasus Korupsi di Natuna ini juga tidak kunjung dituntaskan.

Selama 4 tahun “Mandek”, penerus pimpinan kepala Kejaksaan Tinggi Kepri yang dijabat Edi Birton dan Sudarwidadi, juga tidak kunjung dapat menuntaskan penyidikan kasus dugaan korupsi yang sebelumnya telah ditetapkan 5 tersangka ini pada tahun 2017 lalu.

Ke-5 orang tersangka itu adalah mantan Bupati Natuna, Raja Amirullah dan Ilyas Sabli yang merupakan kader Partai Nasdem.

Kemudian mantan Ketua DPRD Natuna periode 2009-2014 Hadi Chandra, mantan Sekda Kabupaten Natuna periode 2011-2016 Syamsurizon (Almarhum) serta mantan Sekwan DPRD Natuna 2009-2012 Makmur.

Penulis:Roland
Editor  :Redaksi

Comments
Loading...