Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Wakil Ketua KPK: Kasus Dugaan Korupsi Barang Kena Cukai di Bintan Tetap Lanjut

Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango saat memberi keterangan Pers di Tanjungpinang Provinsi Kepri (Foto: Ismail/Presmedia.id)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nawawi Pomolango menegaskan, kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait pengaturan barang kena cukai di wilayah Kabupaten Bintan Tahun 2016-2018 hingga saat proses penyeidikanya masih terus berlanjut.

“Proses Penyelidikan dan penyidikanya, masih terus berlangsung,” ungkapnya saat kepada awak media menanggapi pertanyaan terkait lanjutan kasus tersebut di Aula Wan Seri Beni, Pulau Dompak, Rabu (24/3/2021).

Kendati demikian, Nawawi mengakui, dirinya tidak bisa membeberkan, sejauh mana penyelidikan dan penyidikan yang sudah dilakukan KPK, karena menjadi ranah tim Penyidik.

Kalau sudah waktunya, nanti KPK akan mengumumkan progres penyelidikan dan penyidikan atau yang lainnya, jika sudah dapat membuktikan fakta-fakta yang ditemukan.

“Kami mohon maaf proses ini dikecualikan untuk dibuka, karena bersifat rahasia. Namun pada waktunya setelah kami mengumpulkan alat bukti yg cukup, maka akan kami mengumumakan setelah segala sesuatunya jelas,” terangnya.

Ia menambahkan, pada tahun 2020 lalu secara keseluruhan KPK telah mengeluarkan sebanyak 111 surat perintah penyidikan.

Sementara, pada tahu 2021 ini, sebanyak 32 surat lidik yang dikeluarkan baik secara terbuka maupun tertutup, termasuk di provinsi Kepri.

“Namun, kami tidak bisa membeberkan surat penyidikan atau penyelidikan kasus apa saja yang dikeluarkan itu,” ucap Nawawi.

Sebelumnya, tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi pejabat dan Pimpinan BP.Kawasan di Kabupaten Bintan.

Pemeriksan itu, dilakukan atas penyidikan dugaan korupsi pengaturan barang kena Cukai dalam pengelolaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Bintan Wilayah Kabupaten Bintan Tahun 2016 sampai 2018.

Selain melakukan pemeriksaan Plt.Juru Bicara KPK, Ali Fikri mengatakan, tim penyidik KPK juga melakukan penggeledahan dan penyitaan sejumlah Barang Bukti dari sejumlah tempat yang di geledah di Bintan dan Tanjungpinang.

Namun demikian, mengenai peningkatan status tersangka, Ali mengaku, menjadi kebijakan pimpinan KPK dan akan diumumkan setelah penangkapan atau penahanan dilakukan terhadap para tersangka.

“Pada waktunya nanti, KPK pasti akan memberitahukan kepada masyarakat tentang konstruksi perkara, alat buktinya apa saja dan akan dijelaskan siapa yang telah di tetapkan sebagai tersangka beserta pasal sangkaannya,” paparnya.

Penulis:Ismail
Editor :Redaksi

Comments
Loading...