Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Sembilan Terdakwa Korupsi IUP-OP Tambang Bauksit Banding Putusan PN ke PT Pekanbaru

Humas PN Tanjungpinang Eduard MP Sihaloho SH.

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Sembilan dari 12 terdakwa korupsi IUP-OP Tambang bauksit yang divonis 4-12 tahun penjara oleh Hakim PN Tanjungpinang, mengajukan upaya hukum Banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Riau di Pekanbaru.

Pengajuan banding 9 terpidana korupsi tambang itu, diajukan Kuasa Hukum masing-masing ke Panitera pidana Khusus PN Tanjungpinang, 7 hari setelah putusan dibacakan.

Humas PN Tanjungpinang Eduard MP Sihaloho, membenarkan pernyataan dan menyampaikan upaya hukum banding 9 terpidana korupsi tersebut. Saat ini pernyataan Banding 9 terdakwa itu telah didaftarkan di kepaniteraan PN Tanjungpinang.

“Dari 12 terdakwa yang telah divonis, 9 terdakwa menyatakan banding dan telah diterima Kepaniteraan Pengadilan pada Kamis 25 maret 2021 kemarin,” ujar Eduard pada PRESMEDIA.ID, Jumat, (26/3/2021)

Ke 9 terdakwa yang mengajukan perlawanan banding atas putusan PN itu kata Eduard diantaranya:

1.Terdakwa Dr Amjon M.Pd (50) (ASN Prov Kepri) mantan Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kepulauan yang sebelumnya dijatuhi Hukuman 12 tahun penjara, denda Rp 400 juta subsider 4 bulan kurungan, tanpa Uang pengganti.

2.Terdakwa Azman Taufik (60) mantan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu Provinsi Kepulauan Riau (Pensiun) sebelumnya divonis 9 tahun penjara, denda Rp 400 juta subsider 4 bulan kurungan penjara tanpa uang pengganti.

3.Terdakwa Wahyu Budi Wiyono (46) Direktur CV Buana Sinar Khatulistiwa, Divonis 6 tahun penjara, denda Rp 400 juta rupiah subsider 4 bulan kurungan.

4.Terdakwa Bobby Satya Kifana (ASN Pemko Tanjungpinang) Perseroan Komanditer (Komisaris) CV.Buana Sinar Khatulistiwa, Divonis 6 tahun penjara, denda Rp 400 juta rupiah subsider 4 bulan kurungan.

Selain hukuman pokok, terdakwa Bobby Satya Kifana dan Wahono juga dihukum mengembalikan Uang Pengganti (UP) atas kerugian negara sebesar Rp8,2 miliar. Jika tidak diganti dengan dalam satu bulan setelah putusan inkrah, diganti dengan hukuman 3 tahun dan 6 bulan penjara.

5.Terdakwa Harry E Malonda (66) Ketua Koperasi Haluan Kelompok Tambang Rakyat Cabang Bintan Divonis 5 tahun dan 6 bulan penjara, denda Rp300 juta subsider 3 bulan kurungan. Mengembalikan Uang Pengganti (UP) atas kerugian negara Rp7,1 miliar jika tidak dikembalikan diganti dengan hukuman 3 tahun dan 6 bulan penjara.

7.Terdakwa M.Achma (43) Direktur PT Cahaya Tauhid Alam Lestari, divonis 5 tahun dan 6 bulan penjara, denda Rp 300 juta subsider 3 bulan kurungan. Terdakwa juga dihukum mengembalikan Uang Pengganti (UP) atas kerugian negara Rp2,5 miliar, jika tidak dikembalikan diganti dengan hukuman 3 tahun dan 6 bulan penjara.

8.Terdakwa Djalil (51) Mitra BUMDES Maritim Jaya Desa Air Glubi divonis 4 tahun dan 6 bulan penjara, denda Rp 300 juta subsider 3 bulan kurungan. Terdakwa juga dihukum mengembalikan Uang Pengganti (UP) atas kerugian negara Rp 878 juta. Jika tidak dikembalikan diganti dengan hukuman 3 tahun penjara.

9.Terdakwa Junaidi (46) Persero Komanditer CV Dwi Karya Mandiri divonis 5 tahun dan 6 bulan penjara, denda Rp300 juta subsider 3 bulan kurungan. Terdakwa juga dihukum untuk mengembalikan Uang Pengganti (UP) atas kerugian negara Rp 1,2 miliar. Jika tidak dikembalikan diganti dengan hukuman 3 tahun dan 6 bulan penjara.

Sedangkan 3 terdakwa lain, masing-masing, terdakwa Edi Rasmadi, Andrian Alamin, dan Sugeng tidak menyatakan banding setelah sebelumnya divonis 5 sampai 5 tahun dan 6 bulan penjara oleh Majelis Hakim PN Tanjungpinang.

Jaksa Juga Banding Atas Banding Terdakwa

Di Tempat terpisah, Jaksa Penuntut Kejaksaan tinggi Kepri, juga menyatakan membanding atas Banding ke 90 terdakwa. Kepala seksi Penuntut asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejaksaan Tinggi Kepri, Dody Emil Ghazali mengatakan, pihaknya telah menerima pernyataan banding ke 9 Terdakwa.

“Kami jaksa penuntut pada perkara 9 terdakwa korupsi itu juga menyatakan Banding,” sebut Emil pada PRESMEDIA.ID.

Sebelumnya, 12 terdakwa korupsi Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP-OP) tambang bauksit ini divonis 4 sampai dengan 12 tahun penjara oleh Hakim PN Tanjungpinang Kamis (17/3/2021) lalu.

Dalam putusannya, 5 majelis hakim PN Tanjungpinang menyatakan, ke 12 terdakwa korupsi IUP-OP tambang bauksit itu terbukti bersalah secara bersama-sama dengan terdakwa Amjon dan Azman Taufik (Dituntut dalam berkas perkara terpisah-red) menguntungkan diri pribadi dan orang lain dalam pemanfaatan IUP-OP tambang bauksit yang dikeluarkan terdakwa Amjon dan Azman Taufik, hingga mengakibatkan kerugian negara Rp32,4 Milliar.

Ke 10 terdakwa dinyatakan terbukti melanggar pasal 2 jo pasal 18 UU nomor 30 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 KUHP dalam dakwaan Primer ke 1 Jaksa Penuntut Umum.

Penulis:Redaksi
Editor :Redaksi

Comments
Loading...