Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Jadi Korban Kekerasan, LPSK Siapkan Perlindungan ke Jurnalis Tempo

Foto Teks kecaman AJI terhadap pelaku kriminalisasi Wartawan Tempo di Surabaya.(Foto: Ist/Presmedia.id)

PRESMEDIA.ID, Jakarta – Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menyatakan, siap membantu dan melakukan perlindungan terhadap Jurnalis Majalah Tempo yang menjadi korban kekerasan untuk mengajukan perlindungan.

Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Edwin Partogi Pasaribu menyatakan, LPSK membuka pintu bagi jurnalis Majalah Tempo yang menjadi korban kekerasan untuk mengajukan perlindungan.

“Apa yang menimpa jurnalis Tempo sangat kita sayangkan. Apalagi, korban saat itu tengah melakukan tugas jurnalistik yang dilindungi Undang-Undang Pers,” ungkap Edwin di Jakarta, Minggu (28/3-2021).

Menurut Edwin, dari pihak Tempo sudah berkoordinasi dengan LPSK bahwa korban bakal segera mengajukan perlindungan.

Edwin, mengatakan perlindungan diperlukan untuk mencegah potensi ancaman-ancaman selanjutnya yang mungkin ditujukan kepada korban. Apalagi, korban dan pihak Tempo mendesak agar kejadian kekerasan yang menimpa jurnalisnya ini diproses dan pelaku yang terlibat dihukum.

“Perlindungan akan diberikan sejak dimulainya proses peradilan pidana,” ujar Edwin.

Perlindungan, jelas Edwin, merupakan segala upaya pemenuhan hak dan pemberian bantuan untuk memberikan rasa aman kepada saksi dan/atau korban yang wajib dilaksanakan LPSK.

Perlindungan yang diberikan dapat berupa perlindungan fisik, pemenuhan hak prosedural, bantuan medis atau rehabilitasi psikologis dan psikososial. Korban juga dapat mengajukan ganti rugi kepada pelaku atas penderitaan yang diderita karena perbuatan pidana tersebut.

Untuk mendapatkan perlindungan, menurut Edwin, ada beberapa persyaratan yang diatur dalam Undang-Undang Perlindungan Saksi dan Korban, yaitu sifat pentingnya keterangan saksi dan/atau korban, tingkat ancaman yang membahayakan saksi dan/atau korban, hasil analisis tim medis atau psikolog dan rekam jejak tindak pidana yang pernah dilalukan saksi dan/atau korban.

“Kita (LPSK) akan telaah permohonan yang diajukan oleh korban. Kita semua berharap proses hukum terhadap kekerasan yang menimpa rekan jurnalis Tempo, diproses hukum dan para pelaku yang terlibat dapat terungkap dan dijatuhi hukuman. Ini penting agar kejadian kekerasan terhadap jurnalis tidak terus berulang,” tegas Edwin.

Sebelumnya, koresponden wartawan Tempo Nurhadi, menjadi korban penganiayaan saat melakukan kerja jurnalistik di Surabaya. Kekerasan terhadap Nurhadi terjadi saat dia melakukan reportase terkait dugaan suap pajak yang ditangani KPK, yang diduga melibatkan Direktur Pemeriksaan Ditjen Pajak Kemenkeu, Angin Prayitno Aji di Surabaya, Sabtu, 27 Maret 2021.

Korban yang saat itu melakukan tugas jurnalistik dianiaya dengan cara ditampar, dipiting dan dipukul serta di sekap oleh sejumlah oknum yang diduga orang dekat Angin Prayitno.

Penulis: Redaksi/Rilies LPSK
Editor. : Redaksi

Comments
Loading...