Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran
Banner Pemko

Buka Pelatihan Berdagang di Lokasi Judi, Begini Alasan Walikota Rahma

Walikota Tanjungpinang Rahma memberikan kata sambutan pada acara pelatihan pedagang di Pujasera Lapan-lapan Bincen, Senin (29/3/2021). (foto: ismail/presmedia.id)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Walikota Tanjungpinang, Rahma, membuka pelatihan para pedagang pasar di salah satu lokasi perjudian (Kim) berkedok tempat hiburan di Pujasera Lapan-lapan, Bintan Centre Tanjungpinang, Senin (29/3/2021).

Menurut Rahma, dipilihnya lokasi pujasera tersebut sebagai tempat kegiatan pelatihan, karena Pujasera Lapan-lapan merupakan bagian dari Pasar Bintan Centre (Bincen).

“Saya kira tidak ada masalah ya, karena tempat ini bagian dari pasar Bincen, dan peserta pelatihan ini merupakan para pedagang pasar,” ujar Rahma menjawab pertanyaan lokasi acara yang juga menjadi tempat judi.

Ia menjelaskan, selama pandemi COVID-19 ini Pemko Tanjungpinang lebih menekankan pelaksanaan kegiatan di tempat-tempat terbuka. Maka dari itu, dilaksanakannya kegiatan ini di kawasan Pujasera merupakan langkah yang bijak untuk menekan angka COVID-19.

“Selama ini pun, kami juga menghindari acara di hotel-hotel, makanya tempat ini juga representatif untuk menggelar acara,” Rahma beralasan.

Di tempat sama, Kepala Dinas Perdagangan (Disperindag) Kota Tanjungpinang, Atmadinata, mengungkapkan kegiatan yang mengangkat tema ”Peningkatan Pemahaman Pemanfaatan Media Sosial Sebagai Sarana Distribusi Barang untuk Pedagang Pasar Rakyat di Kota Tanjungpinang” ini, diikuti oleh 160 peserta.

”Pelatihannya selama 3 hari di lokasi yang berbeda. Yakni, di Pujasera Lapan Lapan Bintan Centre 80 pedagang pada hari ini, Pasar Potong Lembu 40 pedagang pada 30 Maret, dan Pasar Baru Tanjungpinang 40 pedagang pada 31 Maret 2021. Anggaran kegiatan ini sebesar Rp150 juta yang diambil dari DIPA Dinas Perdagangan Tanjungpinang,” beber Atma.

Ia menerangkan, tujuan dari kegiatan ini untuk memberikan bekal kepada para pedagang tradisional agar dapat memanfaatkan media sosial sebagai sarana jual beli yang efektif. Mengingat, saat ini Kota Tanjungpinang masih dilanda pandemi COVID-19, maka salah satu upaya untuk membangkitkan ekonomi adalah dengan menggunakan sistem daring untuk berjualan.

“Karena memang di kalangan orang-orang sibuk yang malas ke pasar, pasti memanfaatkan gadget untuk membeli barang. Kemudian, pada pandemi ini banyak kios di pasar yang sepi, Maka sebagai solusi alternatifnya jual online di marketplace,” demikian Atma.

Penulis: Ismail
Editor: Ogawa

Comments
Loading...