Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Bahas Pembangunan Jembatan Batam-Bintan, Gubernur Ansar Temui Menteri PUPR

Gubernur Kepri Ansar Ahmad saat melakukan Pertemuan denganb Menteri PUPR Basuki Hadimuljono membahasa pelaksanaan pembanunan Jembatan Batam-Bintan di Kepri (Foto:Humas Provinsi Kepri)

PRESMEDIA.ID, Jakarta – Gubernur Kepulauan Riau H Ansar Ahmad menemui menteri PUPR di Jakarta, untuk membahas rencana pembangunan Jembatan Batam-Bintan di Provinsi Kepri.

Pembangunan jembatan sepanjang 14,75 kilometer yang menghubungan Batam dan Pulau Bintan itu, sebelumnya masuk dalam RPJM Nasionan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan skema pembangunan Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

“Kita akan terus mendorong, agar pembangunannya bisa dimulai pada tahun 2022 ini,” kata Ansar usai melakukan pertemuan dengan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di Jakarta, Senin (29/03/2021).

Ansar juga mengatakan, pertemuan dengan Menteri PUPR itu juga adalah dalam rangka menindaklanjuti pertemuannya dengan tiga orang Menteri sebelumnya yaitu Menko Marves Luhut Panjaitan, Menko Polhukam Mahfud MD dan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi untuk melihat lahan atau landing point jembatan Babin yang ada di Batam, Kamis (18/3/2021) lalu.

Sebagai bentuk keseriusan Pemerintah daerah kata Ansar, pemerintah daerah sebelumnya juga telah menyiapkan sejumlah persyaratan yang dibutuhkan, termasuk desain engenering detail (DED), penyelesiaan dan penyediaan lahan Jembatan dan sejumlah hal teknis lainya.

Saat ini lanjutnya, rencana pembangunan jembatan Batam-Bintan sudah di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), guna menentukan skema pembiayaan dan pembangunanya.

“Ini bentuk keseriusan kita, agar pembangunan jembatan Batam Bintan ini dapat segera dilakukan. Semua pihak terkait harus kita temui baik dari pemerintah daerah, swasta hingga pemerintah pusat harus sama-sama mendorong. Saya yakin kehadiran jembatan Babin ke depan akan berdampak pada peningkatan ekonomis Kepri yang lebih besar,”ujarnya, usai melakukan pertemuan dengan Menteri PUPR di Jakarta, Senin (29/3/2021).

Saat melakukan pertemuan, saat itu Ansar didampingi Asisten Ekonomi dan Pembangunan Syamsul Bahrum, Kepala Dinas PU Abu Bakar dan Staf Khusus Bidang Hukum Syarafuddin Aluan. Sedangkan dari kementerian PUPR, juga hadir Dirjen Bina Marga Hedi Rahadian, Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan, Eko D Heripoerwanto serta Direktur Pelaksanaan Pembiayaan Infrastruktur Jalan dan Jembatan, Reni Ahiantini.

Ansar juga mengaku sangat bersyukur, karena Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyambut baik kedatangan mereka dalam membicarakan rencana tindak lanjut pembangunan jembatan Batam-Bintan yang sudah masuk dalam roadmap RPJMN 2020-2024 itu.

Ada Pembagian Kewajiban Pusat dan daerah

Namun demikian lanjutnya, untuk merealisasikan pelaksanaan pembangunan jembatan, ada beberapa hal yang harus dituntaskan dalam waktu dekat. Di antaranya menentukan kewajiban-kewajiban mana kewajiban provinsi dan mana kewajiban pemerintah pusat.

“Selanjutnya, kewajiban-kewajiban itu akan ditandatangani dalam sebuah MoU. Pemerintah Provinsi diantaranya, memastikan ketersediaan lahan, ROW plan kemudian tim pusat yang akan berkunjung ke Kepri, akan memastikan dari sisi teknis pembiayaannya,” jelas Ansar.

Sebelumnya, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono pada 25 Oktober 2018 silam, sudah memastikan pihaknya akan membangun Jembatan Batam Bintan.

Waktu itu, Menteri Basuki menyampaikan usai membuka seminar nasional Inovasi Pembangunan dan Pengelolaan Bendungan di Aston Hotel Batam.

“Kita sudah sepakati mau kita bangun,” kata Basuki saat itu.

Penegasan itu kembali dikatakan Basuki, soal perlunya sentuhan seni arsitektur dalam pembangunan Jembatan. Saat itu, Basuki menyampaikan, pembangunan jembatan ke depan, agar terus diberikan sentuhan arsitektural. Seperti jembatan Youtefa yang ada ornamen ciri khas daerahnya di Papua.

“Juga untuk Jembatan Batam-Bintan yang akan dibangun dengan KPBU, agar ada sentuhan seninya,” kata Menteri Basuki sebagaimana siaran persnya pada Ahad (20/9/2020) silam.

Penulis:Redaksi
Editor  :Ogawa

Comments
Loading...