Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Ansar Sampaikan LKPJ Penggunaan APBD 2020 ke DPRD Kepri

Gubernur Kepri Ansar Ahmad saat menyampaiakan LKPJ APBD 2020 dalam sidang Paripurna DPRD Kepri (Foto:Istimewa)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Gubernur Provinsi Kepri, Ansar Ahmad menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) APBD 2020 Kepri ke DPRD Kepri, pada Sidang Paripurna Ruang Utama Kantor DPRD Kepri, Selasa (30/3/2021) di Dompak.

Ansar menyatakan, LKPJ APBD 2020 Kepri itu disusun berdasarkan RKPD Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2020 yang mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2016-2021.

Penyusunannya, dilakukan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2019 tentang Laporan dan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.

Gambaran realisasi APBD 2020 yang tergambar dari kinerja pengelolaan keuangan daerah, pendapatan terealisasi  99,72 persen dari yang ditargetkan, atau Rp3,524 triliun lebih yang ditargetkan terealisasi sebesar Rp3,514 triliun.

Pendapatan tersebut terdiri dari Pendapatan Asli Daerah sebesar Rp1,195 triliun lebih atau mencapai 102,55 persen dari target dari yang ditargetkan sebesar Rp1,165 triliun.

Adapun Dana Perimbangan, lanjutnya,sebelumnya ditargetkan Rp2,321 triliun lebih, terealisasikan sebesar Rp2,282 triliun lebih atau mencapai 98,30 persen dari target.

“Sedangkan untuk Pendapatan lain-lain yang Sah, yang sebelumnya ditargetkan Rp36,410 miliar lebih, dapat direalisasikan 100 persen,” ujarnya.

Sementara gambaran tentang Belanja Tahun Anggaran 2020, yang sebelumnya dianggarkan Rp3,929 triliun lebih, terealisasi Rp3,855 triliun lebih atau 98,11 persen.

Belanja tersebut, terdiri dari Belanja Tidak Langsung sebesar Rp2,043 triliun lebih dan terealisasi Rp2,020 triliun atau 98,88 persen, Kemudian Belanja Langsung yang sebelumnya dianggarkan Rp1,885 triliun lebih terealisasi Rp1,834 triliun lebih atau 97,28 perwen.

Sedangkan untuk Penerimaan Pembiayaan Anggaran 2020, yang berasal dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Anggaran sebelumnya, diasumsikan Rp405,366 miliar lebih, terealisasi sebesar Rp405,406 miliar lebih atau mencapai lebih dari 100 persen.

Sementara untuk penyelenggaraan tugas pemerintahan daerah dalam RPJMD Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2016-2021, Ansar mengatakan, indikator kinerja, program pembangunan dan program rutin Provinsi Kepulauan Riau mengalami peningkatan.

Dari 521 target indikator yang ditetapkan pada 2020, sebanyak 435 indikator capaian nya sangat tinggi dan memuaskan.

“Selanjutnya 29 indikator berstatus Tinggi, 10 indikator berstatus Sedang, 11 indikator berstatus Rendah dan 46 indikator berstatus Sangat Rendah,” ujarnya.

Capaian tersebut, lanjut Ansar, tidak terlepas dengan adanya dukungan yang sangat kuat dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Kepulauan Riau yang secara operasional dilaksanakan oleh para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah, meskipun Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melakukan refocusing anggaran sebagai dampak adanya pandemi Covid-19.

Dalam penyelenggaran tugas pembantuan pada tahun 2020, Provinsi Kepulauan Riau mendapatkan alokasi anggaran untuk bidang Pertanian dan Pekerjaan Umum. Jumlah Tugas Pembantuan yang diterima Provinsi Kepulauan Riau sebesar Rp19,330 miliar lebih, dan terealisasi sebesar Rp18,121 miliar lebih atau 93,74 persen.

Penulis:Redaksi
Editor  :Redaksi  

Comments
Loading...