Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Kadinkes: Efektifitas Vaksin Teruji Efektif, Para Nakes Nihil Kasus COVID-19

Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Riau Muhammad Bisri. (foto: ismail/presmedia.id)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepulauan Riau, Mohammad Bisri, mengungkapkan dampak vaksinasi dalam mencegah penularan COVID-19 di Kepri teruji cukup efektif.

Hal tersebut terbukti dari minimnya angka penularan COVID-19 dari tenaga kesehatan (nakes) pasca dilakukannya vaksinasi pada kelompok tersebut.

“Progres vaksin bagi nakes hingga saat ini sudah mencapai 94 persen. Dampaknya pun sudah dirasakan, karena tidak ada lagi kasus dari nakes saat ini,” ungkap Bisri, Rabu (31/3/2021).

Ia menyebutkan, saat ini kasus COVID-19 di Indonesia, khususnya Kepri sidah cukup melandai. Hal itu seiring dengan upaya vaksinasi yang dilakukan bersama seluruh daerah guna mencegah penularan corona.

Kendati demikian, dirinya tetap mengingatkan kepada seluruh masyarakat agar tetap menerapkan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari.

“Cukup melandai, namun kadang masih ada peningkatan kasus. Hal itu disebabkan, pertama virus-nya masih ada, kemudian kita sudah mulai membuka aktifitas ekonomi. Maka, kuncinya adalah penerapan protokol kesehatan,” Bisri mengimbau.

Ia mengemukakan, saat ini seluruh daerah di Kepri sedang fokus pada vaksinasi kelompok ASN dan pelayanan publik termasuk pedagang, pelaku pariwisata, hingga para lanjut usai (lansia).

Namun demikian, lanjut Bisri, progres vaksinasi di wilayah Kepri masih jauh dari target yang telah ditetapkan. Hal tersebut dikarenakan suplai vaksin dari pemerintah pusat yang masih kurang maksimal.

Berdasarkan catatannya, secara kumulatif total warga Kepri yang sudah divaksin sekitar 45 ribu orang. Sedangkan, target vaksin Kepri adalah 70 persen dari total penduduk atau sebanyak 1,52 juta jiwa.

“Hingga saat ini vaksinasi kepada kelompok sasaran tertentu masih berproses,” katanya sembari menjelaskan, suplai vaksin untuk Kepri masih belum normal. Hal itu disebabkan adanya persoalan embargo di tingkat pusat.

Beruntung, imbuhnya, pada pertengahan Maret lalu, Kepri mendapatkan suplai sebanyak 50 ribu vaksin AstraZeneca dari pusat sehingga proses vaksinasi bisa berjalan hingga saat ini. Padahal jatah vaksin kita sebelumnya sekitar 262 ribu dosis.

”Namun yang dapat hanya 50 ribu dosis kemarin, maka saya bagi-bagi tiap daerah, Batam 35 ribu, Tanjungpinang dan Bintan masing-masing 1.500. Laporan terakhir Bintan sudah habis, Batam saya perkirakan 10 hari kedepan sudah habis,” demikian Bisri.

Penulis: Ismail
Editor: Ogawa

Comments
Loading...