Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Diperiksa KPK, Pejabat Bintan Ini Irit Bicara

Tiga dari 5 orang saksi yang diperiksa KPK, Mardiah, Yoriskandar, Rizki Bintani,(Foto: Roland/Presmedia.id)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Sejumlah pejabat Bintan yang diperiksa penyidik KPK, mengaku hanya dimintai keterangan tambahan atas dugaan korupsi dan gratifikasi Barang Kena cukai di Kawasan BP.Bintan.

Hal itu dikatakan sejumlah pejabat Bintan saat keluar dari ruang pemeriksaan KPK untuk istirahat dan sholat di Balai Antan Seludang Mapolres Tanjungpinang, Senin (5/4/2021).

Pantauan di Mapolres Tanjungpinang, setelah diperiksa sejak pagi, sejumlah saksi mulai dari Alfeni Harmi yang merupakan staf di Dinas Perindag dan Penanaman Modal Badan Pengusahaan kawasan wilayah Kabupaten Bintan, anggota II bidang Pelayanan BP.Kawasan Bintan Yoriskandar, Kasubag Fasilitasi dan Koordinasi Pimpinan Kabupaten Bintan yang juga Ajudan Bupati Bintan Periode 2016 sampai 2021 Rizki Bintani, serta mantan Kepala DPMPTSP Kabupaten Bintan Mardiah serta pensiunan ASN Restauli, keluar dari ruangan Balai Antan Polres Tanjungpinang untuk melaksanakan sholat Dzuhur di mushola Polres Tanjungpinang.

Usai menjalankan Sholat, para saksi ini irit bicara dan langsung masuk kembali keruangan Balai Antan Seludang untuk melanjutkan pemeriksaan yang dilakukan oleh KPK.

“Ya diperiksa tambahan keterangan sebelumnya,” kata Mardiah singkat sambil menaiki tangga ruangan Balai Antan Seludang.

Sementara itu, Rizki Bintani tidak memberikan tanggapan sedikitpun saat ditanya wartawan, yang melakukan peliputan di Polres Tanjungpinang.

Ditempat yang sama, Yoriskandar juga membenarkan dirinya di periksa KPK saat ini. Ia meminta rekan-rekan media untuk menunggu sampai dengan selesai di periksa KPK, untuk memberi keterangan.

“Nanti dulu selesai diperiksa, saya naik keatas dulu,” singkat Yoriskandar .

Sampai saat ini KPK masih melakukan pemeriksaan kelima orang saksi terkait dugaan korupsi dan gratifikasi pengaturan barang kena cukai dalam pengelolaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Bintan Wilayah Kabupaten Bintan Tahun 2016 sampai 2018.

Sebelumnya, Plt Juru Bicara KPK membenarkan kembali melakukan pemeriksaan 5 orang saksi yang merupakan pejabat di Kabupaten Bintan terkait dugaan korupsi dan gratifikasi pengaturan barang kena cukai dalam pengelolaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Bintan Wilayah Kabupaten Bintan Tahun 2016 sampai 2018 di Mapolres Tanjungpinang.

Tim Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), juga telah melakukan penggeledahan dan penyitaan sejumlah barang bukti dari sejumlah rumah dan Gudang di Tanjungpinang dan Bintan.

Sejumlah rumah yang digeledah di Tanjungpinang itu adalah, di jalan Sultan Sulaiman diduga rumah kepala BP.Kawasan bintan Saleh Umar, di Perumahan Rawa Sari rumah anggota II BP.Kawasan Yoriskandar, dan rumah Mardiah di jalan Hajiungar kota Tanjungpinang.

Pada hari yang sama, tim penyidik KPK, selain di Tanjungpinang, tim KPK juga sebelumnya, melakukan penggeledahan Rumah bupati Bintan Apri Sujadi, Kantor Bupati Bintan, kantor Badan Pengusahaan Kawasan Bintan, serta gudang rokok dan minuman beralkohol (mikol) di Tanjung Uban.

Penulis: Roland
Editor : Redaksi

Comments
Loading...