Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Gubernur Ansar Janji Pembangunan Antar Daerah Secara Proporsional

Gubernur Kepri H Ansar Ahmad menerima buku berjudul “Menggagas Anambas” hasil karya ASN-ASN Anambas, pada pembukaan Musrenbangda Anambas, Ahad (4/4/2021). (foto: humasprov kepri/presmedia.id)

PRESMEDIA.ID, Tarempa – Gubernur Kepulauan Riau H Ansar Ahmad berjanji akan berlaku adil dalam masa kepemimpinannya. Ini akan dibuktikan dengan memberikan perhatian secara proporsional terhadap seluruh kabupaten/kota di Kepri dalam hal pembangunan.

”Saya tidak ingin ada ketimpangan pembangunan antar daerah di Kepulauan Riau. Sehingga kesenjangan antar wilayah bisa diperkecil,” kata Gubernur Ansar saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (Musrenbangda) Kabupaten Kepulauan Anambas di Aula Kantor Bupati Anambas, Tarempa, Ahad (4/4/2021) malam.

Ansar bertekad upaya pembangunan antar wilayah dilakukan secara merata. Untuk itu, porsi anggaran yang dialokasikan juga secara proporsional.

”Jangan daerah lain yang bergemerlapan, tetapi di Anambas masih gelap gulita,” ucap Gubernur Ansar.

sebagai wujud keseriusannya, Gubernur Ansar membawa serta para Kepala Balai PU wilayah Sumatera ke Anambas guna menyelesaikan apa-apa saja yang menjadi hambatan dalam pengerjaan infrastruktur di Kabupaten Anambas.

”Salah satu infrastruktur yang akan dibangun adalah jalan raya Peninting-Payak Lama di tahun 2022. Juga pembangunan embung air baku di Desa Nyamuk,” janji Ansar.

Lebih lanjut, Gubernur Ansar juga menginginkan agar Musrenbang ini tidak hanya sebagai formalitas saja, tetapi betul-betul dikejar apa yang menjadi usulan dan rencana dalam pembangunan dapat direalisasikan dengan nyata.

Terimbas Pandemi Covid, Pertumbuhan Ekonomi Anambas Minus 7 Persen

Dalam kesempatan itu, Gubernur Ansar juga menyoroti pertumbuhan ekonomi Anambas termasuk terparah dibanding kabupaten/kota lainnya di Kepri, yang di bawah titik nadir yakni minus 7 persen.

Hal ini juga imbas dari Pandemi Covid-19 yang memutuskan sektor perekonomian Anambas dengan dunia luar.

”Kita akui ini imbas dari Covid-19 yang memutuskan hubungan Anambas dengan dunia luar,” terang Gubernur Ansar.

Dikatannya, terhentinya ekspor ikan ke luar negeri dan tutupnya tempat pariwisata menjadi dua hal utama yang menyebabkan turunnya ekonomi Anambas.

Karena itu, imbuh Gubernur Ansar, ke depannya perhatian pemerintah harus fokus pada pemberdayaan ekonomi yang menaikkan kemampuan daya beli masyarakat.

”Konsumsi rumah tangga juga memberikan pengaruh yang kuat terhadap kontraksi peningkatan ekonomi. Ketika kita bicara peningkatan ekonomi kita harus memperhatikan demand (kebutuhan) dan supply (ketersediaan barang, red),” tanggapnya.

Di sisi demand sebut Gubernur, konsumsi rumah tangga masyarakat Kepulauan Anambas menyumbang di kisaran angka 12,6 persen. Padahal secara rata-rata nasional ada di angka 40 persen.

”Ini yang harus kita pacu dengan program padat karya,” tekadnya.

Lebih juah Gubernur Ansar menambahkan, program stimulan bantuan UMKM dalam upaya pemulihan ekonomi nasional oleh pemerintah pusat, harus sesuai dengan program yang ada di daerah. Guna memperkuat jaring pengaman sosial di masyarakat.

Permudah Investasi ke Anambas dengan Relaksasi.

Selanjutnya, dalam upaya pemulihan ekonomi di Kabupaten Anambas, Gubernur Ansar juga menekankan agar Pemkab Anambas mempermudah investasi yang akan masuk ke Anambas.

Gubernur Ansar menyambut baik Perda Investasi yang akan dikeluarkan oleh Bupati Kepulauan Anambas baru-baru ini. Tetapi Gubernur mengingatkan bahwa di dalam perda tersebut harus pula menyertakan relaksasi-relaksasi kepada pelaku investasi.

Relaksasi yang paling penting itu adalah perizinan birokrasi yang baik. Artinya, jika ada instansi vertikal yang berurusan dengan investasi jangan sampai menyusahkan investor.

”Itu yang kita harus ciptakan teori gula dan semut. Jika kita bisa kasih gula yang bagus, maka semut akan berdatangan,” Gubernur Ansar beranalogi.

Terlepas dari itu, sebut Gubernur Ansar, menurunnya perekonomian di Anambas, mengapresiasi Kabupaten Kepulauan Anambas yang berhasil menjadi salah satu zona hijau dari tiga kabupaten berstatus zona hijau di Kepri terkait Covid-19.

“Covid-19 akan selalu menjadi perhatian utama kita. Kepulauan Anambas jangan sampai ada second wave terjangkit Covid. Ini supaya langkah-langkah pemulihan ekonomi yang sudah kita susun dapat berjalan maksimal,” ucapnya.

Sebelumnua, Gubernur H Ansar Ahmad secara resmi membuka Musrenbangda Kabupaten Kepulauan Anambas dengan memukul gong didampingi oleh Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas Anambas Abdul Haris SH, Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas Wan Suhendra.

Hadir juga Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas Hasnidar dan Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas Sahtiar.

Gubernur Ansar juga menerima buku yang berjudul “Menggagas Anambas” hasil karya ASN-ASN yang mengabdi di perbatasan negara daerah Anambas.

Turut menyertai Gubernur Ansar dalam pembukaan Musrenbang tersebut adalah Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau dapil Natuna Anambas Hadi Chandra dan Taufik, Kepala Balai Jalan Nasional Kepulauan Riau Ir Faizal MT,

Turut serta Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera Ir Tuti Sutiarsih MT, Kepala Satker Penyediaan Perumahan Oktavianus Siahaan, Kepala Bappeda Andri Rizal, Kepala Dinas Pendidikan M Dali, Kepala Dinas PUPR Abu Bakar,

Juga ikut serta Kepala Dinas Kesehatan M Bisri, Plt Kepala Dinas Kelautan Agus Soekarno, Kepala Dinas Pariwisata Buralimar, Kepala Dinas Kominfo Zulhendri, Kepala Biro Umum Martin Maromon, Staf Ahli bidang Ekonomi Pembangunan Eko Sumbaryadi, dan Staf Khusus Sarafuddin Aluan.

Penulis: Redaksi/Humas Prov Kepri
Editor: Ogawa

Comments
Loading...