Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran
Banner Pemko

Dipanggil KPK, Alfeni Harmi Sebut Dukung Pengungkapan Korupsi di BP Kawasan Bintan

Alfeni Harmi staf Bidang di Dinas Perindag dan Penanaman Modal Badan Pengusahaan Bintan wilayah Kabupaten Bintan dan Kepala Bidang Penyelenggaraan Pelayanan Perizinan di DPMPTSP Bintan (Foto:Roland/Presmedia.id)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang- Dipanggil sebagai saksi, Alfeni Harmi mengaku mendukung upaya pengusutan korupsi yang dilakukan KPK di BP.Kawsan Bintan.

Alfeni yang merupakan staf Bidang di Dinas Perindag dan Penanaman Modal Badan Pengusahaan Bintan wilayah Kabupaten Bintan dan Kepala Bidang Penyelenggaraan Pelayanan Perizinan di DPMPTSP Bintan, mengaku dipanggil penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menandatangani berita acara penyitaan sejumlah dokumen yang disita KPK beberapa waktu lalu.

“Kami sangat kooperatif dan mendukung supaya KPK mengungkap kasus ini lebih luas, intinya begitu,” kata Alfeni memenuhi panggilan KPK di Polres Tanjungpinang, Senin (5/4/2021).

Alfeni menyampaikan, dirinya hadir memenuhi panggilan KPK berkaitan dengan sebagai PNS di Kabupaten Bintan yang diperbantukan di BP.Kawasan Bintan sebagai Staf di Bidang Perindag dan Penanaman Modal Badan Pengusahaan Bintan wilayah Kabupaten Bintan.

“Pemanggilan saya berkaitan dengan penandatanganan berita acara penyitaan beberapa dokumen yang dilakukan kemaren,” katanya.

Ia menjelaskan, dari sejumlah dokumen yang disita KPK, sebelumnya direview kembali dan ditunjukan kepadanya, karena kemarin sejumlah dokumen itu harus diajukan ke dewan pengawasan.

“Hal itu berkaitan dengan tugas pokok dan fungsinya di BP.Bintan membantu Kepala dan Anggota 2 dalam mengamankan PMK 120 tentang tata cara dan mekanismenya,” jelasnya.

Alfeni menambahkan, dirinya hanya dimintai keterangan mengenai verifikasi data yang disita KPK  sedangkan mengenai tindak pidana korupsinya Alfeni mengaku tidak mengetahui.

Dia juga enggan menyebutkan dirinya diperiksa untuk tersangka siapa.

“Diperiksa untuk tersangka siapa, silahkan tanya ke KPK. Saya datang pukul 10.00 WIB dan baru keluar sekitar pukul 16.00 WIB. Tapi saya baru dipanggil siang,” pungkasnya.

Ditempat yang sama, Rizki Bintani kasubag fasilitasi dan koordinasi pimpinan kabupaten Bintan yang juga ajudan Bupati Bintan Periode 2016 sampai 2021, mengaku diperiksa hanya sebagai saksi untuk memberikan keterangan terkait kuota rokok dan minuman beralkohol di Bintan.

Mengenai materi dan substansi pemeriksaan terhadap tersangka siapa, Rizki irut bicara dan enggan memberi keterangan pada wartawan.

“Mohon maaf saya tidak bisa komentar. Saya tidak tahu karena hanya sebagai saksi dan itu bukan urusan saya,” singkat Rizki sambil masuk kedalam mobil dan meninggalkan Mapolres Tanjungpinang.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa sejumlah saksi dalam dugaan korupsi dan gratifikasi pengaturan barang kena cukai di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Bintan Wilayah Kabupaten Bintan 2016 sampai 2018.

Pemeriksaan sejumlah saksi yang merupakan pejabat di Kabupaten Bintan dilakukan penyidik KPK di Mapolres Tanjungpinang.

Sejumlah saksi yang diperiksa diantaranya, Alfeni Harmi, staf Bidang di Dinas Perindag dan Penanaman Modal Badan Pengusahaan Bintan wilayah Kabupaten Bintan dan Kepala Bidang Penyelenggaraan Pelayanan Perizinan di DPMPTSP Bintan.

Saksi lainnya Yurioskandar, anggota 2 Bidang Pelayanan Terpadu BP Kawasan Bintan. Rizki Bintani, Kasubag Fasilitasi dan Koordinasi Pimpinan Kabupaten Bintan atau Ajudan Bupati Bintan Periode 2016 sampai 2021 kemudian ada juga saksi Mardiah serta Restauli pensiunan PNS kabupaten Bintan.

Penulis:Roland
Editor  :Redaksi

Comments
Loading...