Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Kejari Batam Tetapkan Kadis Perhubungan Batam Tersangka Korupsi Pungli Penerbitan SPJK

Kepala Dinas Perhubungan kota Batam Tersangka Re diborgol dan dijebloskan Ke Penjara atas dugaan Korupsi Pungli SPJK (Foto: Istimewa)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Kejaksaan Negeri Batam menetapkan Kepala dinas Perhubungan Batam Re (Rustam Effendi) sebagai tersangka dugaan korupsi pungutan liar (Pungli) penerbitan Surat Penetapan Jenis Kendaraan (SPJK) dalam pengurusan penetapan jenis dan sifat kendaraan 2018 hingga tahun 2020.

Penetapan tersangka Re ini, merupakan tindak lanjut dari pengembangan kasus dugaan tindak pidana korupsi yang sebelumnya dilakukan tersangka H (Haryanto) sebagai Kepala Seksi Pengujian Kendaraan Bermotor pada Bidang Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Pemerintah Kota Batam yang saat ini tengah disidangkan di PN Tipikor Tanjungpinang.

“Tersangka RE dan tersangka H diduga bersama-sama melakukan pemerasan atau pungutan liar terhadap Dealer Mobil di Kota Batam terkait penerbitan Surat Penetapan Jenis Kendaraan (SPJK) yang merupakan syarat terbitnya surat KIR (Pengujian Kendaraan Bermotor),” ujar Kepala Kejaksaan Negeri Batam sebagai mana rilis yang dikirim Kasipenkum Kejati Kepri Jendra Firdaus, kepada Media Kamis (8/4/2021).

Atas perbuatannya, jaksa menjerat tersangka Re dengan pasal 12 huruf e Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo UU Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo.

Kemudian, tersangka juga dijerat dengan pasal 65 ayat (1) KUHP atau Pasal 12 huruf a Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo UU Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 65 ayat (1) KUHP atau Pasal 11 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. UU Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo. Pasal 65 ayat (1) KUHP.

“Perbuatan tersangka, telah mengganggu iklim usaha dan investasi di Kota Batam di tengah terpuruknya ekonomi akibat pandemi Covid-19,” sebutnya.

Sebelumnya, Kejaksaan Negeri Batam juga telah menahan dan melimpahkan berkas perkara terdakwa Hariyanto (Kepala Seksi Pengujian Kendaraan Bermotor pada Bidang Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Pemerintah Kota Batam) dalam korupsi ini ke PN Tipikor Tanjungpinang untuk disidangkan.

Kemudian dengan penetapan Re sebagai tersangka, Kejaksaan juga melakukan penahanan di Polsek Batam Kota sebagai tahanan titipan selama 20 hari, terhitung sejak tanggal 8 April 2021 sampai dengan tanggal 27 April 2021.

Sebelum dilakukan penahanan, terhadap tersangka Re juga dilakukan prosedur protokol kesehatan berupa pemeriksaan swab antigen dan dinyatakan negatif Covid-19.

Proses penahanan, juga dilakukan dengan memperhatikan protokol kesehatan dengan memakai masker, mencuci tangan menggunakan hand sanitizer dan menjaga jarak.

Penulis:Redaksi
Editor :Redaksi

Comments
Loading...