Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Belum Diizinkan Pemkab Bintan, Kapal Pelni di Pelabuhan Sri Bayintan Kijang Tidak Beroperasi

Kepala Operasional PT.Pelni Cabang Tanjungpinang, Guruh Dwi Saputro (Foto:Rolaand/presmedia.id)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang- Akibat belum mendapat izin dari pemerintah kabupaten Bintan, Kapal Pelni antar provinsi, tidak membuka rute pelayaran dari pelabuhan Sri Bayintan Kijang-Bintan menjelang Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 2021.

Penutupan operasional kapal Pelni antar Provinsi ini, sebelumnya dilakukan pemerintah kabupaten pasca ditemukannya sejumlah ABK dan penumpang Kapal Pelni antar provinsi beberapa waktu lalu terpapar Covid-19.

Kepala operasional PT.Pelni Cabang Tanjungpinang, Guruh Dwi Saputro, mengatakan belum dibukanya rute pelayanan antar provinsi kapal Pelni dari Pelabuhan Sri Bayintan Kijang itu. karena belum ada izin dan persetujuan dari Pemerintah kabupaten Bintan.

“Benar, sampai saat ini hingga menjelang bulan Puasa dan Ramadhan nanti, Rute pelayaran antar Provinsi kapal Pelni dari Pelabuhan Kijang-Bintan tidak ada, karena memang belum diizinkan pemerintah kabupaten Bintan,” ujar Guruh Kamis (8/4/2021).

Guruh juga mengatakan, belum adanya Kapal Pelni antar provinsi dari Pelabuhan Sri Bayintan Kijang ini juga menjadi pertanyaan yang sering disampaikan masyarakat ke PT.Pelni. Bahkan, sebagian masyarakat mendesak, agar Pelni membuka rute pelayaran kapal dari Pelabuhan Sri Bayintan Kijang itu ke kawasan Jawa dan Indonesia timur.

“Atas pertanyaan itu, kami memberi penjelasan apa adanya, dan memang sudah satu tahun kapal Pelni tidak beroperasi dari Pelabuhan Sri Bayentan Kijang karena pandemi Covid-19 ini,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan, sebenarnya, PT.Pelni juga telah berupaya menyampaikan keluhan masyarakat ini ke Pemkab Bintan untuk dapat membuka operasional kapal antar provinsi dari Pelabuhan Kijang-Bintan itu. Bahkan lanjutnya, PT.Pelni sudah tiga kali bersurat menyampaikan hal itu ke Pemerintah kabupaten Bintan dan tembusan ke Pemerintah provinsi Kepri.

“Tetapi, karena kewenangannya memang ada di Pemkab Bintan yang awalnya menutup rute kapal antar provinsi di pelabuhan itu, sampai saat ini belum ada respon atau persetujuan,” ujarnya.

Saat ini sebut Guruh, kapal Pelni yang melayani rute antar Provinsi cuma berada di Kota Batam. Diantaranya, Kapal Bukit Raya, Kelud dan lain-lain untuk melayani antar Provinsi, seperti ke Kalimantan Barat Pontianak hingga Bangka Belitung.

“Sedangkan yang dari Kijang dan Tanjungpinang, Saat ini hanya kapal antar pulau di Kepri saja yang beroperasi untuk melayani penumpang dan barang ke Anambas dan Natuna, seperti kapal Sabuk Nusantara 48, 83 dan 80,” kata dia.

Dan jika Pemerintah memperbolehkan mudik maka masyarakat yang ingin menyebrang antar Provinsi harus melalui Kota Batam dulu karena saat ini pelabuhan Kijang masih tutup.

Penulis:Roland
Editor :Redaksi

Comments
Loading...