Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran
DPRD Lingga

Pemuda ini Minta Pemkab Lingga Gelar Festival Gagasan

Muhammad Firman Aqrabi mantan Ketua Ikatan Mahasiswa Kabupaten Lingga (IMKL) Kota Tanjungpinang.(Foto: Aulia/Presmedia.id)

PRESMEDIA.ID, Lingga – Agenda seremonial tahunan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) yang dilakukan pemerintah mulai dari tingkat desa/kelurahan sampai dengan tingkat kabupaten kurang mendapat perhatian dari kalangan masyarakat muda. Hal itu dibuktikan dengan sepi dan minimnya partisipasi dari kalangan muda anak daerah.

Atas dasar itu, mantan Ketua Ikatan Mahasiswa Kabupaten Lingga (IMKL) Kota Tanjungpinang, Muhammad Firman Aqrabi menyarankan, pemerintah daerah membuat festival gagasan, dengan pola, pemberiaan gagasan terhadap permasalahan pembangunan yang dihadapi dan dibutuhkan masyarakat serta dengan pembahasan solusi.

Muhammad Firman mengatakan, kegiatan formal tahunan seperti Musrenbang yang dilakukan setiap tahunnya, menurutnya kurang efektif dalam menyaring dan menyerap aspirasi masyarakat.

Apalagi aspirasi bahkan keterlibatan kaula muda yang dapat memberi ide dan sumbangsi positif dalam prospek kemajuan daerah sangat minim.

“Selama ini Musrenbang kesannya hanya sebatas forum pemangku kepentingan. Kami menilai kegiatan semacam ini mulai kurang efektif, usang dan kurang diminati anak muda. Musrenbang sendiri merupakan forum bagi pemangku kepentingan saja, sementara partisipasi anak muda & masyarakat luas masih sangat rendah,” jelasnya.

Sebenarnya lanjut Dia, Banyak aspirasi anak-anak muda yang harus didengarkan oleh pimpinannya. Ditambah lagi, Kabupaten Lingga dipimpin oleh “anak muda” yang semangatnya masih sangat laju mengalir dalam hal pembangunan.

“Namun karena kurang mengakomodir, banyak aspirasi anak muda tak tersalurkan dalam proses pembangunan, padahal banyak sekali aspirasi anak-anak muda di Kabupaten Lingga ini yang ingin didengar oleh pemimpinnya yang juga sama-sama anak muda,” terang dia.

Hematnya, celah antara pemimpin muda dan anak-anak muda sangat perlu dicarikan solusinya, agar pembangunan di Kabupaten Lingga ini turut dihiasi oleh kolaborasi pemikiran-pemikiran anak-anak muda, yang terbilang fresh dan penuh dengan kreatifitas, inovasi, dan pembaharuan namun tak meninggalkan nilai kearifan lokal yang ada.

Maka dari itu, dia mengusulkan kepada pemerintah daerah agar membuat event seperti “Festival Gagasan” untuk dapat menyerap aspirasi dari kalangan muda yg selama ini tidak didengar dgn baik.

Ide bagus ini bukan tak punya alasan. Biasanya festival identik tentang musik, hiburan, kesenian dan sejenak. Namun festival gagasan yang dimaksud, adalah gagasan, ide, konsep untuk pembangunan
Kabupaten Lingga kedepan, yang di festivalkan.

“Secara teknisnya para pesertanya adalah seluruh masyarakat Kabupaten Lingga, baik perorangan, komunitas, organisasi, LSM, OKP dan ormas-ormas. Semua elemen dilibatkan, maupun mahasiswa,” papar dia.

Setelah itu, dapat disaring 5 dari beberapa gagasan terbaik yang akan menjadi rekomendasi kepada pemerintah daerah untuk diadopsi dalam proses pembangunan.

“Saya kira pemerintah Kabupaten Lingga harus membuka diri lebih luas dan mengakomodir partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan, mengajak peran serta masyarakat untuk berbagi gagasan untuk Lingga yang lebih baik,” pungkas dia.

Penulis:Aulia
Editor :Redaksi

Comments
Loading...