Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Jaga Kedaulatan Negara, Pemerintah RI Akan Bangun PLBN di Serasan Natuna

Mendagri Muhammad Tito Karnavian (foto: Puspen kemendagri/presmedia.id)

PRESMEDIA.ID, Sambas – Presiden Joko Widodo, berencana membangun 11 Pos Lintas Batas Negara (PLBN) baru di sejumlah kawasan yang berbatasan langsung dengan negara tetangga. Salah satunya adalah, pembangunan PLBN di Kecamatan Serasan, Kabupaten Natuna Provinsi Kepulauan Riau.

Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian mengungkapkan, pembangunan 11 PLBN baru ini tidak terlepas dari komitmen Pemerintahan Presiden Joko Widodo dalam upaya menjaga keutuhan dan kedaulatan negara.

“Pembangunan 11 PLBN ini, ditandai dengan dikeluarkannya Inpres Nomor 1 Tahun 2019 tentang Pembangunan 11 Pos Lintas Batas Negara,” kata Mendagri Tito dalam keterangan persnya di acara Gerakan Pembangunan Terpadu Kawasan Perbatasan (Gerbangdutas) 2021 di PLBN Aruk, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat, Jumat (9/4/2021).

Mendagri merincikan, selain PLBN di Serasan, Natuna, ada enam PLBN lainnya yang akan dibangun serentak, yakni PLBN Oepoli di Kabupaten Kupang dan Napan di Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Yetet Kun Distrik Waropko di Kabupaten Boven Digoel Provinsi Papua, Long Nawang di Kabupaten Malinau, Jasa-Sei Kelik di Kabupaten Sintang, dan Labang di Kabupaten Nunukan di Provinsi Kalimantan Timur.

Selanjutnya, empat PLBN yang akan dibangun berdasarkan Inpres tersebut, yakni PLBN Jagoi Babang di Kabupaten Bengkayang Provinsi Kalimantan Barat, PLBN Sota di Kabupaten Merauke Provinsi Papua dan 2 (dua) PLBN di Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara, yakni Sei. Pancang Sebatik dan Long Midang.

“Sesuai keinginan Bapak Presiden dalam rangka pemantapan kedaulatan, Pemerintah mengedepankan pembangunan daerah-daerah terdepan, daerah-daerah yang menjadi beranda dan disebut sebagai etalase Indonesia,” ujarnya.

Tak hanya itu, Presiden Jokowi juga ingin pembangunan daerah perbatasan diakselerasi dan direalisasikan tidak hanya sekedar menjadi konsep atau wacana.

“Perbatasan, terutama perbatasan negara merupakan salah satu aspek penting dalam geopolitik. Sejarah mencatat bahwa banyak terjadi perang antarnegara dan atau antarbangsa disebabkan oleh permasalahan perbatasan,” ujar Mendagri.

Karena itu, sebagai Menteri Dalam Negeri (Mendagri) yang juga selaku Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Muhammad Tito Karnavian menegaskan, kesungguhan pemerintah dalam membangun wilayah perbatasan dan menyelesaikan berbagai permasalahan yang kerap terjadi di perbatasan.

“Ada batas-batas yang belum jelas, ada segmen yang disengketakan, dan ini secara bertahap kita tangani,” kata Mendagri Tito

Setakat ini, terdapat 7 (tujuh) Pos Lintas Batas Negara (PLBN) yang dikelola oleh BNPP. Tujuh PLBN tersebut yakni 3 (tiga) PLBN di Provinsi Kalimantan Barat, yakni Entikong, Badau, dan Aruk;  3 (tiga) PLBN di Provinsi NTT yakni Motaain, Motamasin, dan Wini; serta 1 (satu) PLBN di Provinsi Papua yaitu Skouw.

Penulis:Redaksi/Puspen Kemendagri
Editor  :Ogawa

Comments
Loading...