Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran
DPRD Lingga

Terbukti Korupsi, Mantan Dirut dan Bendahara RSUD Dabo Singkep Dihukum Penjara

Sidang Putusan Terdakwa Korupsi BLUD-RSUD Dabok Singkep dihadiri terdakwa dan Kuasa Hukum terdakwa secara daring (Foto:Roland/Presmedia.id)

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang- Terbukti bersalah melakukan korupsi, Dua terdakwa pengelolaan anggaran Badan Layanan Umum Daerah Rumah Sakit Umum Daerah (BLUD-RSUD) Dabo Singkep 2018 di hukum penjara oleh hakim PN Tipikor Tanjungpinang, Senin (12/4/2021).

Ke dua terdakwa masing-masing terdakwa Asri Wijaya selaku direktur (Dirut) dihukum 1 tahun dan 6 bulan (1,6 Tahun)  dan terdakwa  Al Husada Jufri selaku bendahara dihukum 1 tahun 3 bulan (1,3 tahun) penjara.

Putusan ini dibacakan Majelis Hakim, Eduard MP Sihaloho, didampingi hakim anggota Yon Efri dan Joni Gultom di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Senin (12/4/2021).

Dalam putusannya, majelis Hakim menyatakan, terdakwa Asri Wijaya selaku mantan direktur RSUD Dabo Singkep sekaligus Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) BLUD-RSUD Lingga, bersama-sama dengan terdakwa Al Husada Jufri selaku bendahara, terbukti bersalah, melakukan tindak pidana korupsi yang merugikan negara sebesar Rp 561 juta.

Perbuatan kedua terdakwa dinyatakan terbukti sebagaimana dakwaan subsider JPU melanggar pasal 3 jo pasal 18 UU nomor 30 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

“Atas perbuatannya, menjatuhkan hukuman kepada terdakwa Asri Wijaya dengan hukuman 1 tahun dan 6 bulan penjara serta denda Rp 50 juta subsider 2 bulan kurungan penjara,” kata majelis hakim.

Terhadap terdakwa Al Husada Jupri, juga dinyatakan dihukum selama 1 tahun dan 3 bulan penjara dan denda Rp 50 juta subsider 2 bulan.

Mengenai nilai kerugian negara yang telah dikembalikan terdakwa senilai Rp 551 juta melalui penitipan ke Kejaksaan, majelis Hakim menyatakan terjadi kelebihan Rp 1,5 juta dan dari perhitungan yang dilakukan dalam persidangan total nilai kerugian negara atas perbuatan korupsi yang dilakukan hanya Rp 549 juta.

“Atas dasar itu selisih dana dari yang disetorkan terdakwa untuk pengembalian nilai kerugian agar dikembalikan kepada terdakwa,” ujar hakim.

Atas putusan itu, terdakwa Al Husada menyatakan menerima putusan tersebut, sedangkan terdakwa Asri Wijaya yang didampingi oleh penasehat hukumnya menyatakan pikir-pikir.

Sebelumnya, terdakwa Asri Wijaya bersama dengan terdakwa Al Husada Jufri didakwa melakukan tindak pidana korupsi atas penggunaan anggaran BLUD RSUD Dabo Singkep 2018.

Dari dana DIPA-APBD Lingga pada beberapa kegiatan belanja barang dan jasa di BLUD-RSUD Dabo Singkep dikorupsi terdakwa dengan Mark-up dan pelaksanaan kegiatan yang tidak jelas.

Penulis:Roland
Editor :Redaksi 

Comments
Loading...