Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Presiden: Ekonomi Digital Indonesia Tercepat di Asia Tenggara

Presiden Joko Widodo menghadiri sekaligus membuka ajang Hannover Messe 2021 secara virtual dari Istana Negara, Jakarta, pada Senin, 12 April 2021.( foto: bpmi setpres/muchlis jr./presmedia.id)

PRESMEDIA.ID, Jakarta – Presiden RI Joko Widodo menyebutkan, saat ini, perkembangan ekonomi digital dan industri 4.0 Indonesia merupakan yang tercepat di Asia Tenggara. Ini akan menjadi kekuatan tersendiri bagi Indonesia untuk mewujudkan visinya.

‘’Indonesia memiliki startup sekitar 2.193, kelima terbesar di dunia. Indonesia memiliki 5 unicorn dan Indonesia bahkan telah memiliki 1 decacorn,” ujar Presiden Joko Widodo dalam sambutannya secara virtual pada pembukaan Hannover Messe 2021 dari Istana Negara, Jakarta, pada Senin, 12 April 2021.

Kepala Negara memprediksi, pada tahun 2025 mendatang, industri 4.0 Indonesia diperkirakan akan berkontribusi pada produk domestik bruto (PDB) Indonesia dengan jumlah mencapai USD 133 miliar.

‘’Dengan didukung oleh 185 juta penduduk yang telah terhubung layanan internet (terbesar keempat dunia), kemajuan industri tersebut akan mengantarkan Indonesia menuju sepuluh besar kekuatan ekonomi global di tahun 2030 mendatang,’’ Presiden dengan anda optimistis.

Terkait hal tersebut, Indonesia mengajak Jerman selaku penyelenggara pameran Hannover Messe untuk bermitra dan bersama mewujudkan transformasi digital di Indonesia. Indonesia sendiri telah menyiapkan peta jalan implementasi “Making Indonesia 4.0” yang telah diluncurkan sejak 2018 lalu.

Melalui peta jalan tersebut, terdapat tiga hal utama yang akan menjadi kekuatan dan fokus yang akan ditempuh Indonesia dalam mewujudkan pengembangan industri 4.0.

Indonesia Punya ‘Bonus’ Demografi

Fokus pertama yang sekaligus menjadi kekuatan utama Indonesia ialah bonus demografi yang akan memperkuat kualitas SDM Indonesia.

“Pertama, di era industri 4.0, penguatan SDM adalah kebutuhan. Indonesia memiliki bonus demografi. Pada tahun 2030 jumlah usia produktif di Indonesia tumbuh dua kali lipat,” kata Presiden.

Namun, tantangan yang harus dihadapi ialah bagaimana menyiapkan SDM dalam jumlah besar tersebut untuk mampu menghadapi tantangan digital di masa mendatang.

Penulis: Redaksi/BPMI Setpres
Editor: Ogawa

Comments
Loading...