Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran
DPRD Lingga

Ikuti Anjuran Pusat, Pemdes Batu Berdaun Lakukan Pemutakhiran Data

Pemerintah Desa Batu Berdaun menggelar Bimtek tentang teknik pemutahiran data desa yang berkelanjutan. (foto: aulia/presmedia.id)

PRESMEDIA.ID, Lingga – Ikuti anjuran Pemerintah Pusat, Pemerintah Desa (Pemdes) Batu Berdaun Kecamatan Singkep Lingga, kini tengah melakukan pemutakhiran data desa.

Hal itu ditandai dengan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kelompok Kerja (Pokja) dan Rapat Teknis Pemutakhiran Data Desa, berlangsung Senin, (12/4/2021) di Aula Kantor Desa Batu Berdaun.

Kepala Desa (Kades) Batu Berdaun Zainal kepada media ini, Selasa (13/4/2021). menjelaskan, kini setiap pemerintah desa dituntut mengantongi data yang mutakhir dan valid.

”Karena dengan data desa yang konkrit, mutakhir dan valid, akan sangat membantu dalam mempercepat proses pembangunan nasional berkelanjutan. Dan ini merupakan program Bapak Presiden kita Pak Jokowi,” tanggap Zainal.

Bimtek tersebut, lanjut Zainal, diikuti oleh peserta dari unsur perangkat desa dan warga masyarakat desa terkait. Dalam Bimtek dibahas mengenai teknis kerja di lapangan, berikut pembahasan akan pentingnya pemutakhiran data yang berbasis ‘sustainable development goals’ (SDGs)

Zainal menambahkan, Bimtek tersebut telah menghadirkan seorang narasumber yang juga tenaga ahli dari Pemkab Lingga, yakni Tio. Dibantu sejumlah pendamping dari perangkat Desa Batu Berdaun.

Pada intinya, sebut Zainal, maksud dan tujuan dari Bimtek tersebut, agar peserta mendapatkan pengetahuan dan pemahaman yang bermanfaat. Hingga mereka memiliki kompetensi setelah menerima materi-materi yang diberikan.

”Adapun materi tersebut meliputi, bagaimana cara membangun tim kerja efektif, teknik komunikasi dalam konteks pelayanan prima serta tata cara survey indeks kepuasan masyarakat,” ujar Zainal setengah bertanya.

Zainal mengaku yakin, jika perangkat desa dan masyarakat yang ditugaskan memiliki kompetensi, maka pemerintah desa, khususnya di Desa Batu Berdaun, akan memiliki data konkrit, valid dan mutakhir sebagaimana diminta Pemerintah Pusat.

Lebih jauh Zainal mencontohkan sebuah profil desa, yang biasanya menggambarkan kondisi dan jumlah rumah warga. Baik yang layak maupun tidak layak huni. Selanjutnya gambaran kondisi sarana dan prasarana infrastruktur desa.

”Jadi bagaimana kondisi jalan sekitar desa dan perekonomian masyarakatnya seperti apa, serta sanitasinya bagaimana, sosial dan budaya warga setempatnya seperti apa. Data itu yang harus diketahui dan dimiliki oleh pemerintah desa,” kata Zainal.

Dengan ini, sambungnya, maka kedepannya masyarakat desa akan memahami seputar data yang valid dan akurat tersebut. Karena selama ini, masyarakat mungkin menilai data itu dianggap sekedar data saja.

Penulis: Aulia
Editor: Ogawa

Comments
Loading...