Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Periksa 11 Saksi, Kejari Tanjungpinang Belum Tetapkan Tersangka Korupsi Penyalahgunaan Dana BUMD

Kajari Tanjungpinang, Joko Yuhono (tengah) didampingi Kasi Intelijen, Bambang dan Kasipidsus Aditya Rakatama. Foto: Roland/presmedia.id)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang- Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang belum menetapkan tersangka dugaan korupsi penyalahgunaan keuangan non usaha Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Tanjungpinang tahun 2017-2019.

Kepala Kejaksaan negeri Tanjungpinang, Joko Yuhono melalui Kepala Seksi Intelijen (Kasintel) Kejari Bambang Heri Purwanto mengatakan, pihaknya masih terus mendalami siapa pelaku dalam korupsi tersebut dengan memeriksa 11 saksi.

“Prosesnya masih lanjut, 11 saksi dari pihak terkait seperti BUMD dan pihak ketiga laiya sudah kami periksa,” ujar Bambang saat dikonfirmasi PRESMEDIA.ID, Rabu (14/4/2021).

Ke 11 saksi yang dipanggil dan dimintai keterangan itu lanjut Bambang, adalah K, Ns,R, Ga,Ma,D, An,Er,Ea,Ta, dan Y. Seluruh saksi, dimintai keterangan mengenai apa yang diketahui dan didengar serta yang dialami dalam penggunaan keuangan non usaha Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Tanjungpinang tahun 2017-2019.

Sebagaimana diketahui, Kejaksaan Negeri Tanjungpinang sebelumnya telah meningkatkan dugaan Korupsi penggunaan keuangan non usaha Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT.Tanungpinang Makmur Bersama (TMB) dari Penyelidikan ke Penyidikan.

Peningkatan status Penyelidikan (Lidik) ke Penyidikan (Lid) ini, dilakukan berdasarkan gelar perkara dan ditemukannya unsur melawan hukum dalam dugaan korupsi itu, yang mengakibatkan kerugian Negara C/q Pemerintah kota Tanjungpinang Rp900 juta.

Proses hukum dugaan korupsi utang-piutang sejumlah mantan Dirut dan pihak ke tiga di BUMD kota Tanjungpinang ini, dilakukan atas ditemukannya unsur melawan hukum yang mengakibatkan kerugian negara hingga mencapai Rp900 juta.

“Unsur melawan hukumnya terpenuhi dan kerugian negara C/q pemerintah daerah di BUMD kota Tanjungpinang atas penyalahgunaan keuangan di BUMD ini ditaksir mencapai Rp 900 juta,” sebut Bambang sebelumnya.

Penulis:Roland
Editor :Redaksi

Comments
Loading...