Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Diduga Lakukan PHK Sepihak, SPL FSPMI Laporkan PT SBI ke Disnaker Bintan

Kasi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial Disnaker Bintan, Raja Juliansyah mengklarifikasi laporan SPL FSPMI Bintan, SEnin 19 April 2021. (foto: hasura/presmedia.id)

PRESMEDIA.ID, Bintan – Serikat Pekerja Lobam (SPL) Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Bintan mendatangi Kantor Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Bintan, Jalan MT Haryono, Km 3 Kota Tanjungpinang, Senin (19/4/2021).

Kedatangan mereka untuk melaporkan sekaligus menuntut keadilan, menyusul kebijakan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) secara sepihak yang dilakukan PT Solid Beton Indonesia (SBI) terhadap karyawannya.

“Karyawan yang di PHK secara sepihak itu adalah Suparno. Dia bekerja sebagai sopir lori di perusahaan yang bergerak di bidang readymix,” ujar Ketua PUK SPL FSPMI Bintan, Samsuddin.

Suparno juga tercatat sebagai anggota SPL FSPMI Bintan. Dia bekerja di PT SBI sejak Juni 2018 lalu. Beberapa hari belakangan ini, Suparni Cs melalui sejumlah serikat termasuk ikut aktif memperjuangkan soal selisih upah dan selisih upah lembur.

Seiring berjalannya waktu PT SBI tiba-tiba mengeluarkan adendum yang semua isinya dinilai bertolak belakang dengan peraturan yang berlaku.

”Lalu bersangkutan (Suparno, red) dipanggil oleh Direktur PT SBI, Winarto untuk diminta menandatangani adendum tersebut. Namun bersangkutan menolaknya. Keesokan harinya tanpa adanya pemberitahuan keluar Surat PHK untuk bersangkutan dengan alasan efisiensi,” kisah Samsuddin.

Sehari sebelumnya, sebut Samsuddin, ter-PHK Suparno sempat kerja lembur. Lalu tanpa sepengetahuan yang bersangkutan, pihak perusahaan telah menghilangkan absensi dan beberapa jam kemudian dikeluarkan Surat PHK. ”Kami menganggap ini PHK sepihak,” jelas Samsuddin.

Sementara Kasi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial Disnaker Bintan, Raja Juliansyah mengaku sudah menerima laporan PHK sepihak dari SPL FSPMI dan sekarang laporan itu sudah diklarifikasi.

“Jadi agenda pagi hari ini adalah klarifikasi laporan dari SPL FSPMI Bintan. Kemudian siangnya klarifikasi dari PT SBI lagi,” kata Raja.

SPL FSPMI Bintan telah melakukan B-Partit dengan Manajemen PT SBI. Namun tidak mencapai kesepakatan antara dua belah pihak. Sehingga kasus ini dilaporkan ke Disnaker Bintan.

Sesuai prosedur, meskipun keduanya telah B-Partit pihak Disnaker Bintan akan kembali meminta klarifikasi untuk mendapatkan kebenaran dan kenyataannya.

“Ini juga untuk pegangan dan meyakinkan kami bahwa kedua belah pihak memang benar-benar sudah B-Partit,” ucap Raja.

Masalah ini sebenarnya karena tuntutan upah lembur. Serikat meminta upah lembur namun pihak perusahaan memberikan tidak sesuai dengan ketentuan. Jadi serikat menolaknya yang berbuntut PHK pada sejumlah karyawan oleh PT SBI dengan dalih efisiensi.

Menurut serikat, PHK ini dinilai sepihak karena jumlah produksi sangat banyak dan aktivitas pekerjaan sangat sibuk. Jadi untuk melakukan PHK dengan alasan efisiensi tidak masuk akal bagi mereka.

“Meskipun Suparno telah resmi di PHK Maret 2021 lalu. Namun hingga kini pihak perusahaan belum membayarkan semua hak-haknya. Jika tidak ada kendala, kasus ini akan kami mediasi pada akhir April ini,” demikian Raja Juliansyah.

Penulis: Hasura
Editor: Ogawa

Comments
Loading...