Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Tipu Anggota Polisi, Mantan Pengurus Melayu Raya Didakwa Pasal Berlapis

Terdakwa Hendi Yanto Mantan Pengurus Melayu Raya disidang di PN Tanjungpinang atas dugaan Penipuan anggota Polisi

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang- Terdakwa Hendi Yanto, mantan Pengurus organisasi Himpunan Melayu Raya (Himalaya) Kota Tanjungpinang, didakwa pasal berlapis atas kasus penipuan dan penggelapan terhadap anggota Polisi.

Dakwaan terhadap terdakwa, dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Perry Ritonga di Pengadilan Negeri (PN)Tanjungpinang, Selasa ( 20/4/2021).

Dalam dakwaannya, Perry mengatakan, penipuan yang dilakukan terdakwa Hendy Yanto terhadap anggota Polisi itu, diawali dari perkenalan korban dan terdakwa dengan membawa embe-embel Organisasi Melayu raya yang pada saat itu dibina mantan Wakapolda Kepri.

Kemudian terdakwa meminta bantuan modal kepada korban untuk proyek kegiatan pengadaan, perawatan racun api (APAR) di Biro Umum Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau. Saat itu terdakwa menunjukkan daftar kegiatan pengadaan tersebut kepada korban sekitar April 2019 lalu.

“Terdakwa saat itu berjanji akan memberikan fee, tapi meminta korban untuk mebantunya dulu. Sehingga korban percaya dan memberikan uang senilai Rp30 juta dengan cara di transfer ke rekening milik terdakwa,” ungkap Perry.

Sekitar bulan Agustus 2019, terdakwa kembali mengikuti kegiatan proyek cetak baliho di Provinsi Kepulauan Riau dan meminjam uang senilai Rp 10 juta kepada korban. Uang tersebut selanjutnya juga ditransfer korban.

“Lagi-lagi pada bulan yang sama terdakwa meminta tambahan modal kegiatan cetak senilai Rp 34.800.000,” katanya.

Namun dalam kenyataannya lanjut Jaksa, kegiatan pemeliharan APAR dan kegiatan cetak baliho di provinsi Kepri itu, bukan terdakwa yang mengerjakan, tetapi CV.Namula Bintan Adarma. Sedangkan yang mengerjakan cetak baliho adalah saksi Sukaesih.

“Sehingga seluruh uang korban yang ada pada terdakwa tidak dikembalikan dan dipergunakan oleh terdakwa untuk keperluan pribadi terdakwa sendiri,”paparnya.

Akibat perbuatan terdakwa, korban yang yang merupakan anggota Polisi di Polres Tanjungpinang itu mengalami kerugian Rp74.800.000,-

“Atas perbutannya, terdakwa didakwa melanggar pasal 378 KUHP Jo Pasal 64 ayat 1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana,” ujar Jaksa.

Dakwaan kedua, terdakwa juga melanggar pasal 372 KUHP Jo. Pasal 64 ayat 1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Atas dakwaan JPU, terdakwa menyatakan tidak keberatan. Dan ketika majelis Hakim menanyakan apa pekerjaan korban yang ditipunya itu, terdakwa mengatakan, korban adalah anggota Polisi yang pernah bertugas di Polres Tanjungpinang.

Sidang, akan kembali digelar Majelis Hakim, pada pekan mendatang, dengan agenda menghadir keterangan saksi.

Penulis:Roland
Editor :Redaksi 

Comments
Loading...