Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Kejagung Sita Asset Tersangka Korupsi ASABRI di Batam

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Kejaksaan Agung RI menyita 6 bidang tanah dan bangunan dengan jumlah luas seluruhnya 7.360 meter persegi milik tersangka Bts.

Penyitaan sejumlah aset tersangka Bts ini, berkaitan dengan dugaan Korupsi Pengelolaan Keuangan dan Dana Investasi di PT.Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ASABRI) Rabu (21/4/2021).

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak, mengatakan penyitaan sejumlah lahan dan bangunan itu merupakan barang bukti dugaan Korupsi Pengelolaan Keuangan dan Dana Investasi di PT.ASABRI yang menyebabkan kerugian keuangan negara Rp 23 Triliun.

“Yang disita aset milik tersangka Bts berupa 6 bidang tanah dan bangunan dengan jumlah luas seluruhnya 7.360 meter persegi,” kata Leonard dalam rilis yang dikirim Penerangan Hukum Kejati Kepri.

Penyitaan 6 bidang tanah dan bangunan tersebut telah mendapatkan penetapan Ketua Pengadilan Negeri Batam yang pada pokoknya memberikan ijin kepada Penyidik dari Kejaksaan Agung untuk melakukan penyitaan terhadap tanah dan bangunan di Kota Batam.

Sesuai Penetapan Ketua Pengadilan Negeri Batam Nomor 320/Pen.Pid/2021 /PN.Batam tanggal 15 April 2021, aset milik atau yang berkaitan dengan Tersangka BTS.

Leonard memaparkan, satu bidang tanah dan/atau bangunan sesuai HGB No.1640 yang terletak di Kota Batam dengan luas 6.184 meter persegi. Kemudian satu bidang tanah dan bangunan sesuai HGB No.1618 yang terletak di Kota Batam dengan luas 104 meter persegi. Serta satu bidang tanah atau bangunan sesuai HGB nomor 1516 yang terletak di Kota Batam dengan luas 82 meter persegi.

Selanjutnya, satu bidang tanah dan/atau bangunan sesuai HGB No.1514 yang terletak di Kota Batam dengan luas 82 meter persegi. Satu bidang tanah dan/ bangunan sesuai HGB No.1641 yang terletak di Kota Batam dengan luas 826 meter persegi dan satu bidang tanah dan bangunan sesuai HGB No.1483 yang terletak di Kota Batam dengan luas 82 meter persegi.

“Di atas 6 bidang tanah itu, berdiri sebuah bangunan permanen yaitu Hotel Mandarin Regency,” ungkap Leo.

Terhadap aset-aset para Tersangka yang telah disita tersebut, selanjutnya akan dilakukan penaksiran atau taksasi oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) guna diperhitungkan sebagai penyelamatan kerugian keuangan negara didalam proses selanjutnya.

Penulis:Roland/Rilis
Editor :Redaksi

Comments
Loading...