Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Presiden Jokowi Ajak Rakyat Melawan VOC

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo meninjau pelaksanaan vaksinasi bagi para seniman dan budayawan se-Jabodetabek di Jakarta baru-baru ini. (foto: bpmi setpres/presmedia.id).

PRESMEDIA.ID, Jakarta – Pesan berulang yang terus relevan ialah tentang kewaspadaan di tengah situasi pandemi Covid-19. Seruan itu kembali disampaikan oleh Presiden Joko Widodo ketika meninjau pelaksanaan vaksinasi bagi kalangan seniman dan budayawan, yang digelar di Gedung Galeri Nasional di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, belum lama ini.

‘’Pandemi Covid-19 masih ada dan nyata di negara kita ini. Kita harus terus ingat dan waspada, eling lan waspada. Tak boleh lengah. Tidak boleh menyepelekan yang namanya Covid-19. Jangan sampai situasi sekarang yang kurvanya sudah lebih baik, semakin menurun, menjadi naik lagi gara-gara kita lengah dan tak waspada,” kata Presiden Jokowi.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin yang hadir mendampingi Presiden Jokowi mengingatkan, meski telah mendapatkan suntikan vaksin dengan dosis lengkap, bukan berarti protokol kesehatan boleh diabaikan.
Protokol kesehatan, sebut Menkes, tetap harus dijalankan, mengingat potensi risiko lonjakan kasus penularan masih dapat terjadi.

“Jangan lupa terus pakai masker, jaga jarak, dan mencuci tangan. Sayang (angka penularan) kita sudah turun, jangan sampai nanti ada lonjakan ketiga seperti yang terjadi di negara-negara lain, baik di Eropa, Asia, maupun Amerika Selatan,” tambah Menkes Budi Gunadi.

Deretan Varian Baru

Peringatan yang terus-menerus memang diperlukan. Meski di Indonesia kasus Covid-19 menurun, secara global insidensinya terus menanjak selama 8 pekan terakhir, dan mencapai 4,2 juta kasus baru per hari pada pekan lalu.

‘’Kalau tren ini terus berlanjut, bukan mustahil rekor terburuk global 5 juta kasus per hari seperti terjadi di awal Januari 2021 bisa terlampaui,’’ kata Menkes.
Brazil melanjutkan tren insidensi yang tinggi, dengan 60–70 ribu kasus per hari yang terjadi sejak pertengahan Maret lalu. Turki juga mencatat rekor rata-rata 60 ribu dalam sepekan terakhir. Iran melonjak.

Yang paling mengkhawatirkan tentulah India, yang akhir pekan lalu menorehkan rekor paling menyedihkan, yakni 250 ribu kasus dalam 24 jam. Negara tetangga Filipina pun jadi episentrum baru dengan lebih dari 10 ribu kasus per hari.

Kehadiran varian virus baru dianggap memberi andil bagi lonjakan insidensi Covid-19. Sampai akhir 2020, WHO hanya mencatat empat varian baru, yakni B-117 asal Inggris (UK), B-1.351 dari Afrika Selatan, B-1.429 dan B-1.427 yang keduanya dari Amerika Serikat (AS), serta P-1 asal Brazil-Jepang.

Nama negara menunjukkan lokasi pertama varian itu ditemukan. Satu varian lainnya sempat muncul di Denmark, namun kemudian menghilang begitu saja.

Dengan begitu, pandemi Covid-19 pada 2020 itu hanya didominasi oleh varian lama yang disebut dari garis keturunan “Doug”, yakni dicirikan oleh adanya gugus asam nukleat D-614-G, dan empat varian asal AS, UK, Afrika Selatan, dan Brazil itu. Namun di tiga bulan pertama Januari–Maret 2021, daftar varian baru itu bertambah dengan lima pendatang baru.

Ada Varian B-1.617 yang berkembang di India, B-1.1207 yang ditemukan di Nigeria, B-1.525 yang dijumpai di dua lokasi, yaitu Inggris dan Nigeria, serta P-3 yang dilaporkan berbiak di Filipina.

Penulis: Redaksi
Editor: Ogawa

Comments
Loading...