Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Korupsi Pemerasan Dalam Jabatan, Kadishub Batam Didakwa Pasal Berlapis

*Terdakwa Rustam Efendi Dapat Rp.500 Ribu Per Unit SPJK

Sidang Online Korupsi Pemerasan Dalam Jabatan di dishub Batam, Terdakwa Rustam Efendi Didakwa pasal Berlapis,

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Kepala dinas Perhubungan Batam Terdakwa Rustam Efendi, Didakwa Pasal berlapis atas dugaan korupsi Pemerasan dalam Jabatan.

Dakwaan dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dedy Simatupang SH, dari Kejaksaan Batam di PN Tanjungpinang Kamis (23/4/2021).

Dalam dakwaannya, terdakwa Rustam Efendi (55) Bin Baduadi sebagai Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Batam, didakwa melanggar pasal 12 a UU Tipikor, jo pasal 55 ayat 1 ke-1 no 65 ayat kesat KUHP. Atau kedua melanggar pasal 11 UU Tipikor jo pasal jo pasal 55 ayat 1 ke-1 no 65 ayat kesat KUHP.

Dalam uraiannya, JPU juga mengatakan Terdakwa Rutan Efendi sebagai Kepala dinas bersama-sama dengan Terdakwa Heryanto yang merupakan bawahannya, sebagai Kepala Seksi Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Dishub Batam diduga melakukan Pungli terhadap penerbitan SPJK kepada dealer dan penjual mobil sebagai mitranya di kota Batam dalam pengurusan izin SPJK.

Dedi mengungkapkan, dalam jabatan sebagai Kepala dinas dan Kepala Seksi pengujian Kendaraan bermotor, kedua terdakwa meminta tarif penerbitan SPJK per unit kendaraan bermotor jenis angkutan barang awalnya Rp 1 juta.

Namun karena tarif itu terlalu tinggi dan memberatkan dealer dan penjual mobil, sehingga diturunkan dan disepakati Rp 850 ribu per unit kendaraan bermotor jenis angkutan atau angkutan orang komersil.

Pungutan liar dalam pengurusan SPJK ini telah dilakukan kedua terdakwa, tanpa dasar hukum di dishub Batam sejak tahun 2018 sampai tahun 2020.

Adapun rincian SPJK di tahun 2018 sebanyak 258 surat, dengan total pungutan Luar yang yang diperoleh Rp 219 juta, tahun 2019 sebanyak 816 surat sebesar Rp 693 juta, dan tahun 2020 sebanyak 665 surat sebesar Rp 565 juta.

“Dengan perhitungan Rp850 ribu per unit Mobil maka, total keseluruhan dana pungli yang diperoleh kedua Terdakwa Rp 1,4 miliar,” papar Dodi.

Dari jumlah tersebut, Terdakwa Rustam Efendi memperoleh bagian Pungli Rp500 ribu per unit SPJK yang disetujui, sedangkan sisanya Rp350 ribu diambil oleh terdakwa Heriyanto untuk dana operasional Dishub Batam dan pribadinya.

Atas dakwaan JPU, Penasehat Hukum terdakwa menyatakan keberatan dan akan mengajukan eksepsi.

Ketua Majelis Hakim, Eduard MP Sihaloho didampingi oleh Majelis Hakim Anggota, Yon Efri dan Jonny Gultom menunda persidangan dengan agenda eksepsi terdakwa pada Senin(3/5/2021) mendatang.

Penulis: Roland
Editor. : Redaksi

Comments
Loading...