Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Polres Bintan Limpahkan Dua Tersangka dan Barang Bukti Koruspi Sarana Olahraga ke Jaksa

Satu dari dua tersangka Korupsi Sarana Olahraga, saat menandatangani surat Pelimpahan BAP dan tersangka ke Kajari Bintan. (Foto:Istimewa)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang- Penyidik Polres Bintan, melimpahkan tersangka Mf dan As bersama sejumlah Barang bukti, dalam dugaan korupsi pembangunan sarana olahraga Panjat Tebing di Bintan tahun 2019.

Penyerahan dua tersangka dan Barang Bukti dugaan pidana korupsi yang merugikan negara Rp183 juta itu, diterima Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Bintan Kamis(2/4/2021).

Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Bintan, Senopati membenarkan telah menerima Berkas perkara, tersangka dan barang bukti dalam dugaan korupsi proyek sarana olahraga Panjat Tebing di Bintan tahun 2019 itu.

“Benar kami sudah terima tadi, Dua tersangka dengan inisial Mf selaku Ketua FPTI Kabupaten Bintan dan As selaku Pelaksana Kegiatan (PPK),” ujarnya.

Pelimpahan lanjutnya, dilakukan oleh penyidik Reskrim Polres Bintan. Dan selain tersangka, Penyidik, dikatakan juga melimpahkan sebanyak 45 dokumen barang bukti.

Dengan Pelimpahan tahap II ini lanjut Senopati, Jaksa akan segera melakukan penuntutan melalui pelimpahan berkas perkara kedua tersangka ke Pengadilan Negeri (PN)Tanjungpinang.

“Untuk jaksa yang menangani penuntutan Perkara ini, telah ditugaskan Kejari, saya sendiri (Senopati), Alinaex Hasibuan, Mustofa, Eka Waruwu dan Yustus Manurung,” ujarnya.

Kedua tersangka jelas jaksa, dijerat dengan pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 ayat 1 huruf a dan b, ayat 2 dan ayat 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 31
Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1.

Selain itu kedua terdakwa juga dijerat dengan pasal 3 jo Pasal 18 ayat 1 huruf a dan b, ayat 2 dan ayat 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Bintan AKP.Dwihatmoko Wiraseno mengatakan pengusutan korupsi pembangunan sarana olahraga di Bintan dilakukan atas tidak adanya sarana olahraga panjat tebing yang dibangun tersangka.

Sementara pada 2018, Komite Olahraga Nasional (KONI) Bintan melalui Cabor olahraga Panjat Tebing mengajukan proposal dana hibah ke APBD Bintan.

Selanjutnya, atas proposal cabor olahraga panjat tebing itu Kabupaten Bintan mengucurkan dana hibah Rp.250 juta dari APBD 2019.

“Atas dana itu, Koni melalui CV.Anugerah Pangkal yang ditunjuk melaksanakan pembangunan,” ujarnya.

Namun dalam prakteknya, Tersangka As yang mengatasnamakan CV.Anugerah Pangkal, tidak memberitahukan pada Direktur CV melakukan pengucuran dana sendiri dengan laporan fiktif.

“Modusnya, pembangunan tidak ada dilaksanakan tetapi dana APBD dicairkan. Dan laporan pelaksanaan kegiatan dibuat secara fiktif,” katanya.

Penulis:Roland
Editor  :Redaksi

Comments
Loading...