Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Bunuh Teman Saat Mabuk, Terdakwa M.Ali Dituntut 18 Tahun Penjara 

Sidang online kasus pembunihan di Bintan, Terdakwa M Ali bin Hasan ditunrut 18 Tahun Penjara. (Foto:Roland/Presmedia.id) 

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang- Terdakwa M.Ali bin Hasan, pelaku pembunuhan temannya sendiri saat mabuk, ditutut18 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yustus SH di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Kamis (22/4/2021).

Dalam tuntutannya, Jaksa menyatakan terdakwa terbukti bersalah dengan sengaja dan berencana, melakukan pembunuhan kepada korban Juni Riawan, sebagai mana dakwaan Primer melanggar pasal 340 KUHP.

“Atas perbuatannya terdakwa dituntut 18 tahun penjara,” kata Yustus.

Atas tuntutan itu terdakwa yang didampingi oleh Penasehat Hukumnya A Nur menyatakan keberatan dan akan mengajukan pembelaan secara tertulis.

Atas keberatan terdakwa, Majelis Hakim, M.Djauhar didampingi hakim anggota Topan Patimura dan Sacral Ritonga menunda persidangan selama satu pekan dengan agenda mendengarkan pembelaan dari terdakwa.

Sebelumnya terdakwa M.Ali dijerat Jaksa dengan dakwaan pembunuhan berencana yang mengakibatkan tewasnya korban Juni Riawan di Jalan Batin Muhammad Ali, Kampung Semelur RT 006 RW 003 Desa Berakit Kecamatan Teluk Sebong kabupaten Bintan, pukul 11.15 WIB, Jumaat (1/1/2021) lalu.

JPU mengatakan, pembunuhan yang dilakukan terdakwa, berawal saat saksi A Hong ke rumah korban Juni Riawan untuk merayakan pergantian malam tahun baru atas perintah saksi Junaidi.
Sambil duduk di rumah korban, mereka meminum minuman beralkohol.

Kemudian pelaku bersama abang kandungnya Hamka dan dua orang temannya juga datang ke rumah A Hong. Sesampainya di rumah korban, mereka seluruhnya langsung mengobrol dan sambil meminum minuman beralkohol jenis bir.

Dan ketika sudah mabuk, salah seorang temannya yang bernama Adi yang duduk disebelah terdakwa, mengoceh. Saat itu terdakwa sempat menegur supaya tidak ribut dan rusuh lagi.

Karena ditegur, Adi marah-marah dan semakin ribut hingga membanting-banting barang dan memukul handphone miliknya ke atas meja. Akibatnya, Adi dengan terdakwa bertengkar hingga Adi terjatuh dari teras rumah korban. Melihat itu, korban dan Hamka turun kebawah untuk memisahkan dan akhirnya mengantarkan Adi pulang ke rumahnya.

Namun saat terdakwa mengambil minuman jenis bir di dekat abangnya, dia melihat mata abangnya memar. Kemudian, terdakwa menanyakan hal itu kepada Hamka abangnya, “Kenapa matanya Merah”, yang dijawab Hamka, dipukul oleh korban (Junia Riawan-red).

Mendengar hal itu, terdakwa yang saat itu mabuk tidak terima dan timbul niat untuk membunuh korban. Selanjutnya, terdakwa masuk kedalam rumah korban untuk mencari pisau dan mengambil pisau dari dapur dan menyelipkan pisau itu di pinggang sebelah kirinya.

Setelah korban kembali ke rumahnya usai mengantar Adi, Terdakwa langsung berdiri dan mengeluarkan pisau dari pinggangnya. Dengan penuh kemarahan, terdakwa secara membabi buta menyerang korban degan pisau yang disiapkanya.

Atas penyerangan yang dilakukan terdakwa, mengakibatkan pipi, badan bagian depan korban mengalami luka, dan korban mencoba melarikan diri. Namun terdakwa kembali mengejar dan menusuk korban di leher bagian belakang sebelah kanan, hingga akhirnya korban meninggal dunia.

Penulis:Roland
Editor :Redaksi

Comments
Loading...