Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Rudapaksa Anak Kandung, Hr Dijebloskan ke Penjara

Rudapaksa Anak Kandung, Hr Ditetapakan Tersangka dan dijebloskan ke Penjara (Hasura/Presmedia.id)

PRESMEDIA.ID, Bintan – Diduga telah rudapaksa anak kandungnya sendiri, terduga pelaku Hr (42) dijebloskan ke penjara. Warga Teluk Bintan ini, sempat kabur selama dua bulan, setelah perbuatan bejatnya dilaporkan, hingga akhirnya diendus Polisi  pada 16 April 2021 lalu.

Kasatreskrim Polres Bintan AKP Dwihatmoko Suseno, Kamis (22/4/2021) mengatakan, Perlakuan tak senonoh terhadap anak kandungnya itu, dilakukan Hr sejak Desember 2020 lalu dan dilakukan berulang kali.

Aksi bejat Hr, mulai diketahui setelah sang istri melaporkannya ke Polisi, karena tidak terima masa depan anaknya dirusak pelaku.

“Aksi bejat terakhir diketahui pada Februari 2021, hingga dilaporkan pada 22 Februari 2021. Dan atas laporan itu, pelaku diamankan pada 16 April lalu,” ujar Dwihatmoko saat ekspos di Mako Polres Bintan.

Dwihatmoko juga menjelaskan, kasus asusila itu, terungkap ketika sang istri pelaku, melihat Pelaku sedang mencoba menyetubuhi anak kandungnya (korban) sekitar pukul 01.30 WIB di rumahnya.

“Dikarenakan tertangkap basah, terlapor langsung kabur. Atas kejadian itu, pelapor menanyakan semua yang terjadi kepada korban, dan saat itu korban bercerita bahwa aksi bejat itu telah dilakukan terlapor sejak Desember 2020,” jelasnya.

Selanjutnya kata Dwihatmoko, korban bercerita kepada ibunya, jika kejadian pencabulan yang dialaminya itu berawal ketika korban sedang terlelap tidur di ruang keluarga rumahnya saat sedang menonton TV.

Pada saat itu, pelaku memegang paha dan menarik celana korban lalu memaksa untuk melakukan hubungan badan. Jika korban tidak mau akan diancam ditusuk menggunakan pisau.

Karena dibawah ancaman akan dibunuh dengan pisau, membuat korban tak berdaya. Sehingga terlapor dengan leluasa rudapaksa korban sebanyak 4 kali. Baik di dalam rumah maupun di semak-semak disekitar rumah.

Terlapor melakukan aksi bejat tersebut selama kurang lebih 10 menit. Akibatnya korban mengalami sakit pada bagian kelamin di saat buang air kecil.

“Mendengar cerita itu, ibu korban langsung melaporkan perbuatan suaminya itu ke polisi,” katanya.

Setelah menerima laporan tersebut, Tim Buser Reskrim Polres Bintan langsung melakukan penyelidikan dan melakukan pengejaran selam dua bulan.

Tepat pada 16 April lalu, akhirnya Polisi mengetahui keberadaan terlapor di salah satu tempat di Pulau Belakang Padang Kota Batam. Saat itu juga, terlapor ditangkap dan digiring ke Mako Polres Bintan.

“Polisi berhasil amankan barang bukti 1 helai baju kaos lengan pendek warna putih dengan lengan warna pink, 1 helai celana pendek warna putih dengan garis warna pink, 1 helai celana dalam warna ungu, dan 1 helai celana dalam warna abu-abu,” sebutnya.

Atas perbuatan bejatnya terlapor dijerat dengan tindak pidana, memaksa anak melakukan persetubuhan dibawah ancaman sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81 Ayat (1) dan ayat (3) Jo Pasal 76D Undang–Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang–Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang–Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan kedua atas Undang–Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Jo Pasal 64 KUHPidana.

“Pelaku diancam pidana paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan ditambah sepertiga dari ancaman pidana,” demikian Dwihatmoko.

Penulis:Hasura
Editor  :Ogawa

Comments
Loading...