Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Kejagung Tangkap Buron Terpidana Illegal Logging Kalimantan di Jakarta

Terpidana illegal Loging Kalimantan barat ditangkap Tim Taber Kejangung di Jakarta (Foto:Puspen Kejagung)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang- Tim Tabur Kejaksaan Agung bersama Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan berhasil menangkap Terpidana Prasetyo Gow (60), buronan Tindak Pidana Mengangkat atau Memiliki Hasil Hutan Tanpa Surat Keterangan Sahnya Hasil Hutan (SKSHH) di Kalimantan.

Penangkapan Prasetyo Gow dilakukan Kejaksaan Agung RI di The Royal Springhill Residence, Jalan Benyamin Sueb, Pademangan Tim, Kemayoran di Jakarta Utara, Kamis(22/4/2021).

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak, mengatakan tim tabur Kejagung bersama Kejati Kalimantan Barat mengamankan buronan terpidana Prasetyo setelah sebelumnya ditetapkan sebagai DPO.

“Terpidana ini merupakan DPO terpidana di Kejati Kalimantan Barat,” kata Leonard dalam rilis yang dikirim Kasipenkum Kejati Kepri.

Berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI Nomor: 2370 K/PID/2005 Tanggal 28 Juli 2006, terpidana ini dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah, melakukan Tindak Pidana Mengangkat atau Memiliki Hasil Hutan Tanpa Surat Keterangan Sahnya Hasil Hutan (SKSHH).

Oleh karenanya, terpidana dijatuhi pidana penjara selama 4 tahun serta dihukum membayar denda sebesar Rp 200 juta subsider 5 bulan kurungan.

“Sebelum ditangkap, dalam pelarianya, terpidana ini melakukan operasi plastik, mengubah bentuk wajah pada hidung dan rahang dengan cara operasi plastik di Jakarta. Selain itu, dia juga menggunakan nomor telepon luar negeri (Singapura),” ungkap Leonard.

Selanjutnya, terpidana dititipkan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Salemba Cabang Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Selatan menunggu Tim Jaksa Eksekutor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Barat.

Melalui program Tabur (Tangkap Buronan) Kejaksaan, kami menghimbau kepada seluruh Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan untuk segera menyerahkan diri dan mempertanggung-jawabkan perbuatannya karena tidak ada tempat yang aman bagi para buronan.

Penulis:Roland/rilis
Editor  :Redaksi

Comments
Loading...