Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Kunjungi PT.BIIE dan Lagoi, Menteri PPN Sebut PDB Industri Manufaktur Indonesia Masih Dibawah 20 Persen

Kunjungi PT.BIIE dan Lagoi, Menteri PPN Sebut PDB Industri Manufaktur Indonesia Masih Dibawah 20 Persen (Foto: Hasura/Presmedia.id)

PRESMEDIA.ID, Bintan – Menteri PPN-Kepala Bappenas RI, Suharso Monoarfa, mengatakan kategori sebuah negara yang maju, akan selalu dinilai dengan Produk Domestik Bruto (PDB) yang minimal harus di atas 20 persen dari sektor industri manufaktur.

Sampai saat ini, kata Suharso Indonesia sendiri belum mencapai target 20 persen kontribusi PDB di sektor industeri manufakture tersebut.

Oleh karena itu lanjutnya, Pemerintah akan terus membantu dan mengembangkan sejumlah kawasan Industri di Indonesia dalam meningkatkan PDB di sektor industri manufaktur.

Kawasan PT.Bintan Industrial Estate (BIIE) Lobam, lanjut Politisi PPP ini, juga turut membantu Negara menyumbangkan peningkatan Produk Domestik Brutto (PDB) nasional menuju diatas 20 persen.

“Apalagi Bintan Industrial Estate yang sudah terkonsolidasi dan terintegrasi ini akan memberikan nilai tinggi bagi produk industri, ini yang akan kita kembangkan terus,” kata Suharso saat berkunjung ke Kawasan Industri Lobam, Kecamatan Seri Kuala Lobam, Jumat (23/4/2021).

Ia juga mengatakan, guna menunjang dunia industri 4.0, atau bahkan loncat ke society 5.0., Kawasan Bintan Industrial Estate kedepannya didorong menggunakan energi yang bersih atau blue energi, sehingga produk-produk dan lingkungannya tetap terjaga.

“Kawasan seperti ini harus didukung semua pihak, apa lagi rencana pembangunan bandar udara sedang berjalan, meski dibangun swasta yang pastinya, nanti pengelolaannya akan dapat dilakukan oleh swasta juga dengan jangka waktu tertentu,” katanya.

Saat mengunjungi pusat industri di Bintan itu, Manorafa juga berharap, Bintan Industrial Estate harus menjadi green ekonomi, dengan memperbanyak industri yang menuju pada green ekonomi di kawasan Industri Sirikulasi ekonomi itu.

“Dengan pengelolaan industri green ekonomi, akan mendorong terciptanya langit Bintan dan Kepri ini zero emisi. Dengan begitu negara lain tau industri ini peduli dengan lingkungan,” tuturnya.

Sementara GM PT BIIE, Aditya Laksamana mengatakan dengan hadirnya kementerian diharapkan apa yang diinginkan atau yang menjadi kendala selama ini bisa didukung penuh penyelesaiannya oleh pusat.

“Untuk investasi di kawasan tidak ada masalah dan kendala. Hanya kami sebagai pengelolaan kawasan, meminta agar pusat bisa memberikan fasilitas kemudahan perizinan yang dibutuhkan industri ini sehingga lemahnya pertumbuhan Industri Global di tengah pandemi saat ini, kawasan industri lokal bisa terus produktif,” ujarnya.

Pengembangan industri Lobam lanjut Adiya, juga memiliki berbagai bidang. Mulai dari elektronik, perkapalan dan yang terkini adalah industri halal food dan juga industri alat kesehatan.

Dari 16 perusahaan yang ada, hingga saat masih mempekerjakan 6 ribu karyawan. Dan selama pandemi Covid-19, justeru penyerapan Tenaga Kerja di Lobam terus mengalami peningkatan. Bahkan ada penambahan 1.600 pekerja selama masa pandemi.

“Untuk pengembangan industri halal di Lobam menunjukkan tren yang positif dan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat serta membantu meningkatkan ekspor Indonesia ke luar negeri,” ucapnya.

Sebelumnya, Menteri Suharso datang menuju PT BIIE dengan menumpangi Mobil Toyota Alphard BP 42 RI. Politisi PPP itu didampingi oleh Gubernur Kepri, Ansar Ahmad dan Wakil Bupati Bintan, Robi Kurniawan.

Setibanya di Wisma PT Bintan Industrial Estate (BIE). Kedatangan mereka disambut hangat oleh GM PT BIIE, Aditya Laksamana dan seluruh manajemen perusahaan.

Penulis:Hasura
Editor :Ogawa

Comments
Loading...