Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Jadi Calo Penerimaan IPDN, ASN Pemko Tanjungpinang Ditetapkan Tersangka Penipuan

Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang AKP.Rio Reza Parindra (Foto; Roland/Presmedia.id)

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang- Polres Tanjungpinang menetapkan Vs (Vinna Saktiani) oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Tanjungpinang, sebagai tersangka dugaan penipuan sebagai calo penerimaan mahasiswa Institut Pemerintah Dalam Negeri (IPDN).

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Tanjungpinang, AKP Rio Reza Parindra mengatakan, penyidik telah menetapkan Vinna Saktiani sebagai tersangka dugaan penipuan dengan modus calo penerimaan mahasiswa IPDN.

“Sudah kita tetapkan tersangka pekan lalu. Tersangka ASN di BKAD Tanjungpinang,” kata Rio, Senin (26/4/2021).

Rio mengungkapkan modus penipuan yang dilakukan tersangka, yaitu dengan menjanjikan seseorang yang bisa dimasukannya IPDN, dengan alasan memiliki kenalan panitia seleksi penerimaan siswa IPDN tersebut.

“Setelah itu, tersangka meminta sejumlah uang kepada korban untuk pengurusan. total jumlah uang yang diterima tersangka Rp300 juta kepada korban,” ungkap Rio.

Atas permintaan itu, korban menyerahkan dana tersebut kepada Vina. Namun hingga penerimaan Siswa IPDN selesai, anak korban tidak kunjung masuk sebagai di Institut Pemerintah Dalam Negeri itu.

“Sampai saat ini, anak korban tidak masuk juga sebagai siswa IPDN. Sehingga itu terlihat tipu muslihatnya dan dari awal dijanjikan masuk, namun nama tidak keluar,” ujarnya.

Setelah itu lanjutnya, anak korban disuruh berangkat lagi ke Bandung untuk mengikuti seleksi. Tersangka menjanjikan pasti bisa lewat belakang dan disisipkan namanya untuk masuk dan korban berangkat juga ke bandung.

Tetapi selama satu bulan anak korban di Bandung tidak kunjung juga masuk sebagai siswa IPDN.

Selain itu, Reza juga menyebut, dalam penerimaan masuk IPDN dan TNI dan Polri, juga tidak diperkenankan menggunakan uang. Selain itu, Tersangka Vina juga tidak termasuk dalam panitia seleksi.

“Atas perbuatannya tersangka dijerat pasal 372 KUHP dan pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara,” ujarnya.

Penulis:Roland
Editor :Redaksi

Comments
Loading...