Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran
Banner Pemko

Ini Tanggapan Pemko Tanjungpinang Atas Status Tersangka Penipuan ASN Vinna dan Keberadaannya

Terduga pelaku Penipuaan calo IPDN, Vinna Saktiani, ASN Pemko Tanjungpinang mangkir dari panggilan penyidik Polres Tanjungpinang

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang- Pemerintah kota Tanjungpinang akhirnya memberi tanggapan terkait status tersangka Vs (Vinna Saktiani) ASN Pemerintah kota Tanjungpinang yang ditetapkan Polisi sebagai tersangka dugaan penipuan dalam penerimaan Mahasiswa IPDN.

Kepala Bidang (Kabid) pembinaan pegawai dan Korpri Badan Kepegawain dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) kota Tanjungpinang Delfi, mengatakan Pemerintah kota Tanjungpinang menghormati sepenuhnya proses hukum atas penetapan tersangka yang dilakukan penyidik Kepolisian terhadap ASN Pemko Tanjungpinang inisial Vs tersebut.

“Sebagai instansi pemerintah yang taat hukum, Kami sepenuhnya menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan berkomitmen tinggi terhadap penegakan supremasi hukum,” ujar Delfi menjawab kofirmasi dan menanggapi pemberitaan PRESMEDIA.ID sebelumnya, pada Selasa (27/4/2021) sore.

Oleh karena itu lanjut Delfi, Pemerintah kota Tanjungpinang sangat membuka diri dan bersedia apabila dimintai data atau keterangan dari pihak berwajib atas penetapan tersangka Vs tersebut.

Terkait dengan status kepegawaian Vs, Delfi menyatakan, adalah benar masih sebagai pegawai aktif di kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia kota Tanjungpinang.

Namun mengenai keberadaan terduga ASN, pelaku penipuan itu, Delfi mengaku tidak dapat memberi komentar. Karena Vs sendiri sebelumnya tidak pernah mengajukan cuti atau Izin tertulis untuk melakukan perjalanan ke luar daerah.

“Terkait keberadaan yang bersangkutan (Vinna-red) saat ini kami tidak dapat memberi komentar, karena Dia (Vs-red) juga tidak mengajukan pengurusan izin tertulis untuk melakukan perjalanan ke luar daerah,” sebutnya.

Mengenai informasi pemberitaan yang beredar serta pernyataan Kuasa Hukum Vs yang meminta penangguhan pemeriksaan dengan alasan kliennya (Vs) sedang berada di Pekanbaru, Pemerintah kota Tanjungpinang lanjut Delfi, akan memanggil dan meminta keterangan secara aturan kepegawaian kepada Vs.

“Selaku instansi pembina kepegawaian, Kami akan meminta keterangan dari Sdri Vs, terkait pemberitaan yang sedang beredar yang tentunya melalui mekanisme yang telah diatur dalam peraturan perundangan-undangan tentang Disiplin PNS,” ujarnya.

Sebelumnya, penyidik Polres Tanjungpinang telah menetapkan Vs (Vinna Saktiani) Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Tanjungpinang, sebagai tersangka dugaan penipuan sebagai calo penerimaan mahasiswa Institut Pemerintah Dalam Negeri (IPDN).

Vinna Saktiani ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan penipuan dengan modus sebagai calo penerimaan mahasiswa IPDN. Dalam menjalankan aksinya,  terduga pelaku menjanjikan seseorang bisa dimasukkan sebagai mahasiswa IPDN, dengan alasan memiliki kenalan panitia seleksi penerimaan siswa IPDN.

Setelah itu, tersangka meminta sejumlah uang pada korbanya untuk pengurusan. Total jumlah uang yang diterima tersangka sebesar Rp300 juta. Namun setelah menerima uang tersebut, janji atau tipu muslihat pelaku memasukan anak korban sebagai siswa IPDN tidak tercapai.

Sampai saat ini, anak korban tidak masuk sebagai siswa IPDN. kendari sebelumnya anak korban juga sempat disuruh Vs berangkat ke Bandung untuk mengikuti seleksi.

Tersangka menjanjikan, pasti bisa lewat belakang dan disisipkan namanya untuk masuk IPDN. Tetapi selama satu bulan di Bandung anak korban, juga tidak kunjung diterima sebagai siswa IPDN. Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 372 KUHP dan pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.

Tersangka Vinna sendiri, saat dipanggil penyidik Polres untuk diperiksa sebagai tersangka, mengaku berhalangan. Kuasa hukum tersangka Agus Riawantoro mengatakan, klienya meminta penundaan pemeriksaan hingga usai lebaran karena sedang berada di Pekanbaru.

Alasan tersangka melalui kuasa hukumnya itu, sontak membuat penyidik Polisi tidak percaya, Karena selain sebagai ASN, Pemerintah Pusat melalui Presiden, Provinsi Kepri dan Pemerintah kota Tanjungpinang saat ini sedang melarang pegawai dan masyarakat melakukan mudik untuk  menekan laju penyebaran pandemi Covid-19 yang saat ini terus meningkat di kota Tanjungpinang dan provinsi Kepri.

Penulis:Redaksi
Editor  :Redaksi

Comments
Loading...