Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Sengketa Lahan PT.BAI Vs PT.MIPI, Kades Minta Asong dan Muhammad Bagi Rata

Suhairi anak Muhammad dan aparat desa gunung Kijang saat melakukan Mediasi ke dua di kantor desa Gunung Kijang.

PRESMEDIA.ID, Bintan – Mediasi kedua penjual lahan bersengketa PT MIPI dan PT BAI kembali digelar secara tertutup di Kantor Desa Gunung Kijang, Selasa (27/4/2021).

Dalam mediasi tersebut, pihak desa menganjurkan kepada Asong yang menjual lahannya ke PT.BAI dan Muammad ke PT.MIPI yang tumpang tindih di RT 010/RW 002 seluas 1 Hektar (Ha) dibagi dua antara Asong dan Muhammad.

Hal itu disarankan oleh La Nade selaku Kepala Desa Gunung Kijang, Kecamatan Gunung Kijang dalam mediasi di kantor desa.

Kepala seksi Pemerintahan Desa Gunung Kijang, Heri Purwanto menjelaskan dalam mediasi kedua yang dilakukan, para pihak belum memberikan tanggapan. Pada Mediasi ke tiga, diharapkan para pihak bisa berdamai.

“Saran dari kami damai, Dan nanti akan ada sekali lagi mediasi pekan depan. Mediasi terakhir itu akan dibuat keputusan oleh Desa atas selisih kedua belah pihak. Jika tidak ada kata sepakat, maka masing-masing dipersilahkan menempuh jalur lain,” kata Heri.

Ia juga mengatakan, pihak desa dalam saran damai itu meminta agar lahan tumpang tindih yang dipermasalahkan sekitar 1 Hektar itu dibagi rata oleh kedua belah pihak.

“Kalau luasnya sekitar 1 hektar, pastinya belum tahu, itu baru estimasi di lapangan saja. Untuk surat yang diklaim Pak Asong memang ada nama Muhammad selaku sempadan,” terangnya.

Atas saran Desa itu, Asong belum memberi jawaban, Sementara Muhammad yang pada saat itu diwakili anaknya Suhaeri, selaku pemilik lahan yang menjual ke PT.MIPI megaku keberatan.

Suhairi mengatakan, pihaknya enggan menerima saran dari pihak desa tersebut dan tetap bersikukuh jika lahan dia adalah benar.

“Lahan kami jelas, patoknya ada, ukurannya, sempadan dan juga suratnya. Bahkan semua sempadan saya kenal, kawan bapak saya semuanya. Jadi kalau saya bagi dua jelas kami rugi,” jelasnya.

“Kemudian juga jika dibagi dua, nanti makin kacau tanah-tanah lainnya, itu ga masuk akal,” jawabnya lagi.

Sementara Asong yang dikonfirmasi media terkait dengan hasil mediasi lahanya dengan Muhammad, enggan memberi tanggapan, demikian juga asal usul lahan yang dimiliki, ketika ditanya Media, Asong mempersilahkan wartawan menanyakan Pengacaranya.

Sebelumnya, pada penunjukan Tapal batas dan patok, Asong juga tidak mampu menunjuk dimana lokasi lahan dan patoknya tanahnya. Hal itu berbeda dengan pihak-pihak lain yang mengklaim di lokasi Muhammad dan sempadanya dapat menunjukan lahan dan patoknya.

Di Tempat terpisah, Kuasa hukum PT.BAI Tomi Mardiansyah mengatakan, sangat mengapresiasi saran damai yang disampaikan pihak desa, termasuk pilihan membagi dua lahan yang tumpang tindih.

“Soal bagi dua itu, tidak bisa diputuskan hari ini. Pihak Muhammad selaku penjual ke PT.MIPI akan memikirkan seperti apa dan pihak Pak Asong yang sudah melakukan pengikatan (jual beli) ke PT.BAI yang saat dalam proses balik nama, juga diberikan waktu hingga pekan depan dalam mediasi terakhir,” jelasnya.

Saat ditanya mengenai sengketa lahan antara PT BAI dengan beberapa warga yang muncul baru-baru ini, Ia mengatakan jika pihaknya membuka kesempatan kedua belah pihak untuk membuktikan masing-masing haknya.

Penulis:Hasura
Editor  :Redaksi

Comments
Loading...