Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

PT.SBI Tidak Dapat Membuktikan, Alasan PHK Sepihak Karyawannya

Pihak managemen PT.SBI, Pemohon Suparno didampingi Serikat Pekerja Logam (SPL) Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Bintan saat dimediasi Pihak Dinas Tenaga Kerja Bintan (Foto:Hasura/presmedia.id)

PRESMEDIA.ID, Bintan – PT.Solid Beton Indonesia (SBI), tidak dapat membuktikan, alasan memberhentikan sepihak (PHK) karyawanya. HRD PT.SBI Fadilah hanya beralasan PHK terhadap karyawanya Suparno dilakukan dalam rangka efisiensi.

Hal itu terungkap dalam Mediasi Tripartid dalam penyelesaiaan Hubungan Ketenaga Kerjaan PT.SBI dengan Suparno yang dilakukan Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker), Serikat Pekerja Logam (SPL) Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Bintan di Dinas Tenaga Kerja Rabu (28/4/2021).

Mediasi yang digelar di Kantor Disnaker Bintan, Jalan MT Haryono, Km 3, Kota Tanjungpinang itu dilakukan secara tertutup. Hadir dalam mediasi tersebut, Kasi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial Disnaker Bintan Raja Juliansyah, Moderator Mediasi Disnaker Bintan Vera Monica, HRD PT SBI Fadilah, Karyawan PT SBI yang di PHK sepihak Suparno, Pengurus KC FSPMI Bintan Salmon, Ketua PUK SPL FSPMI Bintan Samsuddin dan Pengurus SPL FSPMI Pusat Suprapto.

Kepala seksi (Kasi) Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial Disnaker Bintan, Raja Juliansyah, mengatakan kedua belah pihak sudah dipertemukan dalam mediasi yaitu manajemen PT SBI dan SPL FSPMI. Keduanya juga sudah menyampaikan masalah terkait PHK sepihak ini.

“Dari PT SBI dihadiri HRD-nya dan dari SPL FSPMI juga menghadirkan beberapa orang dari serikat dan juga karyawan yang di PHK. Mereka semua sudah menyampaikan alasan dan juga gugatan,” ujar Juliansyah.

Manajemen PT SBI, kata Juliansyah, mengakui jika telah melakukan PHK terhadap salah seorang karyawan bernama Suparno. Yang bersangkutan terpaksa di PHK karena perusahaan melakukan efisiensi.

Kemudian dari pihak karyawan juga mengakui Suparno di PHK sepihak, sehari sebelum menolak adendum yang diberikan perusahaan. Kemudian setelah melakukan PHK, perusahaan juga tidak memenuhi tanggungjawabnya dalam membayarkan uang pesangon.

“Jadi untuk bukti-bukti dari Pak Suparno atau karyawan yang di PHK sepihak sudah lengkap semuanya. Namun dari manajemen PT SBI belum bisa membuktikan alasannya melakukan PHK dengan dalih efisiensi tersebut,” jelasnya.

Dikarenakan pihak manajemen PT SBI tak dapat menunjukan atau membuktikan terjadinya efisiensi perusahaan yang menyebabkan PHK sepihak. Maka Disnaker Bintan memberikan waktu sepekan lagi kepada PT SBI untuk mengumpulkan bukti-bukti tersebut.

Jika tidak dapat membuktikan, maka karyawan yang di PHK sepihak tersebut harus dipekerjakan kembali. Kemudian perusahaan juga harus memenuhi hak-hak dari karyawan tersebut.

“Jadi kita berikan ke pihak manajemen PT.SBI untuk membawa bukti terkait efisiensi perusahaan pada mediasi tahap kedua. Kemudian kami juga akan perjuangkan agar karyawan yang di PHK sepihak tersebut dapat bekerja kembali,” katanya.

Sementara itu, HRD PT SBI Fadilah mengatakan, soal mediasi ini akan dilaporkannya ke perusahaan.

“Nanti ya kan masih ada mediasi tahap kedua pada pekan depan,” sebutnya.

Sementara Ketua PUK SPL FSPMI Bintan Samsuddin, mengatakan mediasi tahap pertama ini belum ada titik temunya. Sebab pihak perusahaan tidak membawa bukti terkait alasan melakukan PHK sepihak itu.

“Akan ada mediasi tahap kedua lagi. Pastinya kami akan mengawal masalah ini hingga selesai. Kemudian Suparno yang di PHK sepihak menginginkan kembali bekerja jika perusahaan tak dapat membuktikannya,” ucapnya.

Penulis:Hasura
Editor :Redaksi

Comments
Loading...