Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Positif Covid-19 di Kepri Melonjak, Mudik Antar Pulau Lebaran Terancam Dilarang

Gubernur Ansar "Akan Kita Evaluasi Minggu Depan"  

Pemudik antar pulau di Kepri, saat pulang dan mau berangkat di Pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjungpinang. (Foto: Dokumentasi Presmedia.id sebelum pandemi Covid-19)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Angka kasus positif Covid-19 di provinsi Kepri hingga saat ini terus melonjak. Mudik lokal atau mudik antar pulau atau antar kabupaten/kota di provinsi Kepri terancam dilarang pemerintah.

Pemerintah Provinsi Kepri mengatakan, mudik lokal antar kabupaten/kota se-Provinsi Kepulauan Riau menjelang perayaan hari raya Idul Fitri 1442 Hijriah itu, akan kembali dievaluasi. Hal itu seiring dengan terjadinya lonjakan kasus positif COVID-19 di Provinsi Kepri saat ini.

Dari data Satgas penanganan Covid Kepri, hingga Kamis 29 April 2021 jumlah kasus positif Covid-19 di Kepri, kembali bertambah sebanyak 118 Kasus. Dengan penambahan itu, jumlah total kasus positif Covid-19 saat ini berjumlah 11.060 orang. Dengan jumlah kasus aktif atau dirawat dan dikarantina saat ini sebanyak 1.103 orang. Sementara jumlah yang sembuh sebanyak 9.696 orang dan meninggal dunia 261 orang.

Gubernur Kepri Ansar Ahmad, juga membenarkan terjadinya lonjakan kasus positif Covid saat ini di Kepri. Dan Kondisi ini terus diwaspadai oleh Pemerintah.

“Lonjakan kasus positif Covid-19 saat ini memang terus bertambah setiap harinya. Bahkan, Pemerintah saja, sudah mengurangi kegiatan yang sifatnya berkerumun. Safari Ramadhan juga kami kurangi,” ujar Ansar pada wartawan di Tanjungpinang, Kamis (29/4/2021).

Mengenai kebijakan Mudik antar kabupaten di Kepri, lanjut Ansar, Pemerintah Provinsi dan Satgas Covid-19, bersama dengan pemerintah daerah kabupaten/kota akan melakukan evaluasi melalui rapat bersama.

“Nanti hari Selasa (4/5/2021) akan kita rapatkan bersama kepastiannya,” ungkap Ansar.

Selain membahas kebijakan mudik lokal, pada rapat koordinasi itu kata Ansar, juga akan dibahas sejumlah persoalan penting lainya, seperti Persoalan Deportasi Pekerja Migran Indonesia (PMI), Lonjakan kasus COVID-19 di Kepri, Kebijakan sekolah tatap muka serta persoalan lainnya menjelang perayaan Idul Fitri.

“Ada sejumlah persoalan yang nantinya harus kita duduk kan bersama, terutama persoalan COVID-19 yang terus bertambah ini,” ujar Ansar.

Kepri Tidak Termasuk Provinsi Yang Diperbolehkan Mudik Dalam satu Wilayah  

Sebelumnya, Pemerintah telah melarang mudik lebaran lebaran tahun ini. Larangan mudik berlaku pada periode 6-17 Mei 2021 sebagaimana dikutip dari detik.com.

Dalam periode itu, diberlakukan larangan penggunaan atau pengoperasian transportasi darat untuk kendaraan bermotor umum jenis bus dan mobil penumpang, kendaraan bermotor perseorangan jenis mobil penumpang, mobil bus dan sepeda motor, serta kapal angkutan sungai, danau dan penyeberangan.

Larangan mudik ini diberlakukan untuk mencegah penyebaran virus Corona (COVID-19).

Namun demikian, perjalanan dalam wilayah aglomerasi (Mudik lokal antar kabupaten dalam satu wilayah) tetap dibolehkan. Mudik lokal atau perjalanan dalam satu kawasan perkotaan dibolehkan di delapan wilayah.

Dalam Peraturan Menteri Perhubungan No. PM 13 Tahun 2021 pasal 3 ayat 3, disebutkan bahwa larangan penggunaan atau pengoperasian sarana transportasi darat dikecualikan untuk sarana transportasi darat yang berada dalam satu kawasan perkotaan atau yang ditetapkan oleh Satgas Penanganan COVID-19.

Menurut peraturan itu, delapan wilayah yang berada dalam satu kawasan perkotaan yang dibolehkan melakukan perjalanan adalah, Medan, Binjai, Deli, Serdang dan Karo (Mebidangro), Jakarta Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek), Bandung Raya, Kendal, Demak, Ungaran, Salatiga, Semarang dan Purwodadi (Kedungsepur).

Kemudian, Jogja Raya, Solo Raya, Gresik Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan (Gerbangkertosusila), Makassar, Sungguminasa, Takalar dan Maros (Maminasata).

Provinsi Kepri sendiri tidak masuk sebagai wilayah atau daerah menurut Peraturan Menteri Perhubungan ini yang dapat melakukan perjalanan dalam wilayah aglomerasi (Mudik lokal atau perjalanan dalam satu kawasan perkotaan) delapan wilayah itu.

Namun Gubernur Provinsi Kepri Ansar Ahmad sebelumnya menyatakan, memperbolehkan masyarakat Kepri untuk mudik lokal antar pulau di Kepri pada saat Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah.

Namun, mudik lokal tersebut, akan diawasi dengan ketat dan pemudik wajib menunjukkan bukti hasil swab antigen atau GeNose di pelabuhan.

“Konsepnya, kita berikan ruang (mudik) untuk wilayah Kepri saja, Namun dengan persyaratan yang ketat. Harus ada hasil antigen atau GeNose,” kata Gubernur Kepri, Ansar Ahmad saat ditemui di Tanjungpinang, Jumat (16/4/2021) lelu.

Penulis:Ismail/Redaksi
Editor  :Redaksi

Comments
Loading...