Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Penyidikan Sejumlah Kasus Korupsi di Kejati Kepri Melempem

*Kasipenkum: "Masih Stagnan"

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Kepri Jendra Firdaus SH,MH

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang- Penyidikan dan penyelidikan sejumlah kasus dugaan korupsi, di Kejaksaan Tinggi Kepri melempem. Selain tidak ada penetapan tersangka, tindak lanjut pemanggilan dan pemeriksaan sejumlah saksi juga stagnan.

Kepala Kejaksaan Tinggi Kepri melalui Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Jendra Firdaus, mengatakan perkembangan progres penyidikan sejumlah kasus korupsi yang ditangani Kejati itu belum ada perkembangan.

“Belum ada perkembangan stagnan, masih seperti yang dirilis kemarin,” ujar Jendar Firdaus pada PRESMEDIA.ID Kamis (29/4/2021).

Lebih lanjut Jendar mengatakan, untuk dugaan korupsi kasus ganti rugi lahan RRI, hingga saat ini masih menunggu penetapan tersangka.

“Kasus Natuna masih Stagnan. Pengembangan korupsi IUP-OP Tambang atas penyitaan dana Rp 7,5 M terhadap Fy, belum ada penetapan dan masih didalami,” ujarnya.

Namun demikian, Jendra juga mengatakan, jika sampai saat ini sejumlah kasus dugaan tindak pidana korupsi yang ditangani itu, masih tetap dilanjutkan dan belum ada yang dilakukan SP3.

Disinggung mengenai tindak lanjut pengumpulan bahan dan Keterangan (Pulbaket Led) yang dilakukan Intelijen Kejaksaan Tinggi atas dugaan korupsi Proposal dan Bantuan sosial sejumlah dinas Provinsi Kepri, Jendra mengatakan, hingga saat ini masih tetap dilakukan dan belum ada kesimpulan.

“Untuk di intel, karena sifatnya memang tertutup saya juga tidak bisa menjelaskan banyak, Namun yang jelas untuk dugaan korupsi bansos kemarin Pulbaketlidnya masih dilakukan,” tutupnya.

Sebagaimana diketahui, Kejaksaan Tinggi Kepri, sebeluimnya tengah melakukan penyidikan dugaan korupsi tukar guling lahan RRI, kemudian penyidikan dugaan korupsi Rp7,7 miliar dana tunjangan perumahan bagi pimpinan dan anggota DPRD Natuna 2011 sampai 2015, serta pengembangan dugaan tindak pidana Korupsi IUP-OP Tambang Bauksit.

Pada kasus dugaan korupsi tukar guling lahan RRI, rilies terakhir kejaksaan tinggi Kepri, mempublikasi pemeriksaan terhadap beberapa orang saksi. Namun tindak lanjut proses dan pemeriksaan itu hingga saat ini belum ada.

Di Kasus “mangkrak” dugaan Korupsi dana tunjangan perumahan pimpinan dan anggota DPRD Natuna 2011 sampai 2015, Kejaksaan Tinggi Kepri juga menyatakan akan kembali melanjutkan penyidikan, dengan memeriksa 22 orang mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Natuna sebagai saksi dalam dugaan korupsi tersebut. Namun mengenai tindak lanjut juga belum jelas.

Hal yang sama, juga dilakukan Kejaksaan Tinggi Kepri pengembangan penyelidikan terhadap saksi Ferdi Yohanes. Ferdi Yohanes ini merupakan saksi dalam kasus korupsi IUP-OP Tambang bauksit yang menerima miliaran ganti rugi lahan Hutan Lindung yang dijadikan sejumlah terpidana korupsi IUP-OP tambang Bauksit di Bintan.

Ferdi Yohanes, dalam fakta persidangan saat diperiksa Hakim sebagai saksi untuk 12 terdakwa korupsi IUP-OP tambang bauksit di PN, mengau menerima dana Rp.8 Milliar dari sejumlah terdakwa, sebagai sewa dan ganti rugi lahan yang ditambang, dan sewa agkutan kapal taqboat yang mengangkut dan menjual material bauksit sejumlah terdakwa ke PT.Gununung Bintan Abadi.

Penulis:Redaksi
Ediotor:Redaksi  

Comments
Loading...