Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran
Banner Pemko

Kejati Kepri Pastikan Penyidikan Kasus Korupsi di Kejati Berproses, Ini Perkembangannya

Kejati Kepri Hari Setiyono (Dokumen Presmedia.id)

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang- Kejaksaan Tinggi Kepri memastikan, penyelidikan dan penyelidikan sejumlah kasus tindak pidana korupsi di Kejaksaan Tinggi Kepri hingga saat ini masih terus berproses.

Kepala Kejaksaan tinggi Kepri Hari Setiyono,  juga membantah, jika penyelidikan dan penyidikan kasus korupsi di institusi yang dipimpinya stagnan.

“Hingga saat ini penyelidikan dan penyidikan di Pidsus dan Intel semua masih berproses, dengan melakukan klarifikasi kepada pihak-pihak terkait,” ujarnya menjawab dan menanggapi berita PRESMEDIA.ID, Jumat (30/4/2021).

Mantan Kapuspenkum Kejagung ini, juga menjelaskan progres tiga kasus Korupsi yang ditangani antara lain, penyidikan dugaan korupsi tunjangan perumahan pimpinan dan anggota DPRD Natuna, Penyidikan yang dilakukan pada bulan Maret lalu sudah melakukan pemeriksaan kepada para anggota DPRD saat itu di Natuna.

“Sekarang, perkara dalam proses pemberkasan,” ujarnya.

Kedua, penyidikan pengembangan dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU), dalam tindak pidana korupsi perizinan IUP-OP tambang bauksit, juga sedang berproses dengan pemeriksaan saksi.

Dan ketiga, penyidikan perkara ruislag tanah RRI juga berproses dengan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang hingga kemarin, Kamis, (29/4/2021) masih  berlangsung.

“Untuk kasus ini, mudah-mudahan setelah Lebaran, segera ada perkembangan baru,” sebutnya.

Selain proses pemeriksaan terhadap para pihak, lanjut Kejati, pihaknya juga telah melakukan pelacakan aset (asset tracking) serta pencekalan pada sejumlah orang yang terkait dengan korupsi tersebut.

“Untuk yang di Intel, Pulbaket Lid, atas dugaan korupsi dana Bansos di Provinsi Kepri juga masih berjalan,” tegasnya.

Penulis:Redaksi
Editor  :Redaksi 

Catatan redaksi: Berita ini, sekaligus mengklarifikasi berita :penyidikan-sejumlah-kasus-korupsi-di-kejati-kepri-melempem, yang dirilies sebelumnya.

 

Comments
Loading...