Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Jaksa Limpahkan Berkas Dua Tersangka Korupsi Sarpras Olahraga di Bintan ke PN

Dua tersangka Korupsi Pembangunan Sarana Olah Raga Panjat Tebing Bintan saat dilimpahkan Penyidik ke Jaksa Foto;Roalnd/Presmedia.id) 

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang- Kejaksaan Negeri (Kejari) Bintan melimpahkan berkas perkara, dua tersangka korupsi pembangunan sarana olahraga Panjat Tebing di Bintan ke Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Jumaat (30/4/2021).

Dua tersangka dalam kasus korupsi ini adalah Mf selaku Ketua FPTI Kabupaten Bintan dan As selaku Pelaksana Kegiatan (PPK).

Kepala Seksi tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Bintan Senopati, mengatakan pelimpahan berkas perkara tersangka As dan Mf ini dilakukan atas lengkap dan selesainya dakwaan penuntutan.

“Hari baru kami limpahkan ke PN Tanjungpinang,” kata Senopati.

Senopati menyebutkan, selain itu sejumlah dokumen yang merupakan barang bukti dari perkara ini juga turut dilimpahkan ke PN Tanjungpinang.

“Untuk jadwal persidangannya masih menunggu informasi dari PN,” ucapnya.

Kedua tersangka jelas jaksa, dijerat dengan pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 ayat 1 huruf a dan b, ayat 2 dan ayat 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1.

Jaksa juga menjerat keduanya dengan pasal 3 jo Pasal 18 ayat 1 huruf a dan b, ayat 2 dan ayat 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

“Untuk jaksa yang menangani penuntutan Perkara ini, telah ditugaskan Kejari saya sendiri (Senopati), Alinaex Hasibuan, Mustofa, Eka Waruwu dan Yustus Manurung,” sebutnya.

Penyidikan korupsi pembangunan sarana olah raga Panjat Tebing di Bintan ini sebelumnya dilakukan oleh Penyidik Reskrim Polres Bintan.

Pengusutan korupsi pembangunan sarana olahraga di Bintan dilakukan atas tidak adanya sarana olahraga panjat tebing yang dibangun tersangka. Sementara pada 2018, Komite Olahraga Nasional (KONI) Bintan melalui Cabor olahraga Panjat Tebing mengajukan proposal dana hibah ke APBD Bintan.

Selanjutnya, atas proposal pembangunan sarana olah raga Panjat Tebing itu, Pemerintah Kabupaten Bintan mengucurkan dana hibah Rp.250 juta dari APBD 2019.

Atas dana itu, selanjutnya KONI Bintan melalui CV.Anugerah Pangkal yang ditunjuk melaksanakan pembangunan. Namun dalam prakteknya, Tersangka As yang mengatasnamakan CV.Anugerah Pangkal tidak memberitahukan pada Direktur CV.Melakukan pengucuran dana sendiri dengan laporan fiktif. Modusnya, pembangunan tidak ada dilaksanakan tetapi dana APBD dicairkan. Dan laporan pelaksanaan kegiatan dibuat secara fiktif.

Penulis:Roalnd
Editor :Redaksi

Comments
Loading...