Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Kepri dan Jatim Sepakati Kerjasama Perdagangan dan Produk Unggulan

Gubernur Kepri Ansar Ahmad, dan Gubernur Jawa Timur saat melakukan penandatanganan MoU Kerja sama Perdagangan di Batam (Foto:Humas prov Kepri)

PRESMEDIA.ID, Batam – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dan pemerintah provinsi Jawa timur, menyepakati kerjasama perdagangan, investasi dan industri, Penandatanganan MoU Kerja sama itu dilakukan Gubernur Kepri H Ansar Ahmad dan Gubernur Jawa Timur Hj Khofifah Indar Parawansa, Jumat (30/3/2021) di Batam.

Gubernur Provinsi Kepri Ansar Ahmad mengatakan, pemerintah provinsi Kepri berharap, kesepakatan kerjasama yang dilakukan tidak hanya di sektor perdagangan saja tetapi juga untuk sektor investasi dan industri.

Sebab kata Ansar, setiap Kabupaten Kota di Kepri mempunyai keistimewaan masing-masing.

“Bahkan kami berharap berkelanjutan pada pembangunan lainnya,” ujarnya pada acara Misi Dagang dan Investasi, Meningkatkan Jejaring Konektivitas antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan Kepulauan Riau.

Untuk keistimewaan setiap Kabupaten/Kota di Kepri, Ansar menceritakan, mulai dari Kota Batam, yang unggul di sektor industri galangan kapal, jasa pelabuhan, pergudangan, offshore dan elektronik. Ditambah lagi Batam sebagai Kawasan Ekonomi Khusus yakni kawasan bebas pajak.

Kabupaten Karimun dikembangkan menjadi kawasan industri galangan kapal, industri oil tanking, refinery oil, pertambangan granit dan industri perikanan.

Sementara Kabupaten Bintan  untuk pengembangan pusat pariwisata, industri pengolahan bahan makanan dan pengolahan hasil pertambangan seperti alumina.

“Kota Tanjungpinang yang merupakan ibukota Provinsi Kepri sedang dikembangkan sebagai pusat industri halal, pariwisata kuliner dan pariwisata religi serta sejarah,” jelas Ansar.

Sedang untuk Kabupaten Natuna, Kepulauan Anambas dan  Kabupaten Lingga selain pariwisata, juga akan dikembangkan industri perikanan.

Keunggulan tersebut, lanjut Ansar, ditambah dengan posisi geografis Kepri yang berbatasan dengan Malaysia dan Singapura sehingga membuat pertumbuhan ekonomi Kepri melaju pesat.

Khusus untuk sektor perdagangan yang selama ini sudah terjalin antara Batam ke Jawa Timur, nilainya mencapai Rp565,5 miliar. Sedang nilai sektor perdagangan Jawa Timur ke Batam mencapai Rp6,8 triliun dengan bidang perdagangan yang sama yakni pipa, crude palm oil, elektronik, bisnis hewan dan tumbuhan.

“Sebelum pandemi Covid-19, angka pertumbuhan ekonomi Kepri di atas rata-rata nasional, mencapai 7,2 persen. Tapi saat Covid-19 ini melanda, pertumbuhan ekonomi Kepri terkontraksi minus 6,6 persen pada Tahun 2020,” ujar Ansar.

Pada April 2021, Ansar mengatakan, ekonomi Kepri sudah mulai membaik dengan menjadi minus 3,8 persen.

“Saya menargetkan, pada akhir 2021 ini pertumbuhan ekonomi Kepri bisa mencapai 3,5 persen hingga 5,6 persen,” jelas Ansar.

Untuk itu, Gubernur Ansar meminta para OPD (Organisasi Perangkat Daerah) dan  pengusaha bisa menindaklanjuti kerjasama perdagangan ini dengan sangat serius sehingga tidak hanya berhenti di seremonial penandatangan saja.

Sementara itu Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan, sangat menyambut baik kesepakatan perdagangan kedua daerah itu. Ia berharap kerjasama tersebut terus berkesinambungan ke berbagai sektor lainnya.

“Saya berharap silaturahmi ini tidak hanya terbatas pada perdagangan saja. Tetapi juga sektor lainnya. Diharapkan kerja sama ini mampu membangun sebuah sinergitas dan penguatan kapasitas para pelaku usaha kedua daerah,” ungkap Khofifah.

Sebelum meninggalkan lokasi acara, Gubernur Ansar dan Gubernur Khofifah menyambangi display para UMKM yang ada di lokasi acara. Gubernur Khofifah memuji produk-produk unggulan Kepri, seperti batik, kerupuk ikan dan kerajinan.

Kerupuk ikan tenggiri bahkan diborong oleh Khofifah untuk dibawa pulang. Ia sempat menyampaikan pujian atas kemasan (packingan) yang bagus dan menarik serta dilengkapi dengan izin MUI.

Penulis:Redaksi
Editor :Redaksi

Comments
Loading...