Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Tambang Pasir Ilegal di Bintan Akhirnya Dirazia, Polisi Tetapkan 7 Tersangka

Kasat Reskrim Polres Bintan, dan anggotanya saat melakukan Police Line praktek tambang pasir Illgeal di Bintan (Foto:Hasura/Presmedia.id)

PRESMEDIA.ID, Bintan – Aktivitas pertambangan pasir ilegal yang sebelumnya kembali marak di Kabupaten Bintan akhirnya di razia Polisi.

Dari razia dan penegakan hukum yang dilakukan  Polres Bintan, ditemukan sejumlah pelaku penambang pasir illegal yang sedang mengeruk dan menambang di sejumlah wilayah di kecematan Gunung Kijang Bintan.

Kasat Reskrim Polres Bintan AKP Dwihatmoko Suseno, mengatakan dari razia yang dilakukan, pihaknya mengamankan sebanyak 20 orang. Dari jumlah itu, 7 orang diantaranya ditetapkan sebagai tersangka.

“Para tersangaka terdiri dari pemilik tambang dan pekerja, yang kedapatan melakukan aktivitas tambang ilegal di tiga titik lokasi berbeda di kawasan Kampung Banjar Baru RT 01/RW 01 Desa Gunung Kijang, Kecamatan Gunung Kijang,” ujarnya Jumat (30/4/2021).

Sebelumnya kata Dwihatmoko, pihaknya mendapat informasi kalau tambang ilegal itu kembali beroperasi. Dari hasil penyisiran, ternya benar ditemukan aktivitas pertambangan illegal di sejumlah titik lokasi tambang yang masih beroperasi.

“Selain menetapkan para tersangka, kami juga menyita 5 unit mesin penyedot pasir beserta pipa, sekop pasir serta peralatan lainya untuk dijadikan barang bukti,” tegasnya.

Semua barang bukti dan tersangka  saat ini telah dibawah ke Mapolres Bintan untuk proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.

Sebenarnya, sebut Dwihatmoko, tiga lokasi tambang pasir ilegal itu sebelumnya sudah pernah diterbitkan November 2020 lalu. Kemudian tanpa sepengetahuan pihaknya, tambang pasir ilegal itu kembali beroperasi lagi secara diam-diam.

“Pengakuan tersangka, tambang pasir ini sudah beroperasi selama dua bulan yaitu sejak Maret-April 2021. Karena mereka berani beroperasi lagi maka sekarang kita tindak tegas,” ucapnya.

Atas perbutanya, para tersagka akan dijerat dengan UU Pertambangan dan Meniral.

“Untuk nama para tersangka dan pasal sangkaan yang dikenakan nanti akan kami ekspos,” ujarnya.

Reskrim Polres Bintan lanjutnya, akan menggandeng pemerintah daerah, untuk mensosialisasikan pertambangan pasir ilegal ini. Khususnya soal regulasinya agar hal serupa tidak terjadi lagi.

“Harapan kita tidak ada lagi penambang liar yang masih berani beroperasi di Bintan,” pungkasnya.

Sebelumnya, aktivitas pertambangan pasir ilegal, kembali marak di Kabupaten Bintan. Sejumlah penambang dan truk lori pengangkut pasir terus melakukan penambangan, pengerukan dan pengangkutan pasir di RT 01/RW 02, Kampung Banjar, Desa Gunung Kijang, Kecamatan Gunung Kijang, Selasa (27/4/2021).

Pantauan di lokasi, tampak sejumlah warga penambang pasir ilegal di sana terus melakukan pengerukan. Dengan mengoperasikan mesin Dompeng sebagai pompa penyedot, pasir dari dalam kubangan, disedot dan ditampung ke bak lori. Sejumlah lori, juga terlihat mengantri untuk menunggu giliran pengisian hasil galian tambang pasir ilegal itu di lokasi.

Penulis:Hasura
Editor  :Ogawa

Comments
Loading...