Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

PT.Sarana Yeoman Sembada Batam Kembali Gugat Lie Te Hok Dkk Rp21,8 M Ke PN Batam

Tim Kuasa Hukum PT.Sarana Yoman Sembada dari Kantor Hukum Husendro & Partners, Tiur Hutagalung dan Rahmad Ibnu Utoyo saat mengjhadiri sidang di PN Batam (Foto:Presmedia.id).

PRESMEDIA.ID, Batam- PT.Sarana Yeoman Sembada (SYS), Perusahaan galangan kapal di Batam, kembali menggugat Rp 21,8 Miliar, Lie Tie Hok, Alim A Boi dan 5 tergugat lainnya atas Perbuatan Melawan hukum (PMH) ke Pengadilan Negeri Batam.

Gugatan perdata Perbuatan Melawan Hukum atas Bilyet Giro yang digunakan tergugat di Putusan Pailit Niaga Medan itu, teregister dengan perkara nomor: 127/Pdt.G/2021/PN Btm di PN Negeri Batam.

Sidang pertama gugatan PT.SYS ini, telah berlangsung pada Kamis 29 April 2021 ini. Tim Kuasa Hukum PT.Sarana Yoman Sembada dari Kantor Hukum Husendro & Partners, Tiur Hutagalung dan Rahmad Ibnu Utoyo seluruhnya hadir di PN Batam.

Sementara Dari 7 tergugat hanya 5 tergugat yang hadir, Mereka adalah, Lie Tek Hok sebagai tergugat I, Totok Marjono sebagai Tergugat II, Nga A Thiam alias Kasim sebagai tergugat III, dan Iwa dinata alias Robin sebagai terggat IV, dan Jefry Ong sebagai Tergugat VII, yang hadir termasuk Tergugat VII yang diwakili oleh kuasa hukumnya.

Sedangkan A Lim alias A Boi (Tergugat V) dan Ngang King Tergugat VI tidak hadir tanpa keterangan.

Tim Kusa hukum PT.SYS Husendro SH mengatakan, sidang pertama dengan agendanya pemeriksaan legalitas saat itu membenarkan, hanya dihadiri dari 5 tergugat.

Dan karena Tergugat V dan VI tidak hadir, maka sidang ditunda hingga 19 Mei 2021 mendatang, dengan agenda pemeriksaan legalitas para pihak.

“Kami berharap pada persidangan berikutnya, semua Tergugat hadir dan persidangan dapat diteruskan agar persoalan penggunaan BG dan Cek yang dilakukan Para Tergugat secara melawan hukum dapat segera diperiksa oleh majelis hakim” tegas Husendro.

Sebelumnya, kasus PT.SYS ini, berawal dari pinjam meminjam uang antara Le Tie Hok dengan Sang Long alias Samad selaku Direktur Utama PT SYS. Menurut Le Tie Hok, nilai pinjaman Samad adalah 16 miliar rupiah dan sudah dikembalikan 40 miliar berikut bunganya.

Tetapi pada 15 November 2014 lalu, kembali ada orang yang bernama Alim alias Aboi yang melaporkan Samad ke Polresta Barelang atas tuduhan penipuan/penggelapan. Setelah 6 tahun Laporan Polisi itu selanjutnya juga di SP3.

Anehnya, sebelum di-SP3-kan, kembali muncul lagi orang yang bernama Totok Marjono dan Nga A Thiam Alias Kasim, yang mengaku, uang Le Tie Hok yang melunasi utang samad tersebut, berasal dari mereka berdua, dengan memegang bukti Bilyet Giro PT SYS masing-masing senilai Rp.488.000.000,- dan Rp.1.811.000.000,-.

Selanjutnya, dengan ketidak mampuan PT.SYS membayar utangnya yang jatuh tempo, kedua orang ini (Le Tie Hok dan Totok Marjono-red) kemudian mengajukan permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) dan Pailit (PKPU) ke PN Niaga Medan.

Atas permohonan Lie Tie Hok dan Totok Marjono, PN Niaga Medan menolak permohonan Pailitnya. Tidak puasa, atas putusan itu, Totok Marjono bersama Lie Tie Hok kembali mengajukan permohonan PKPU.

Dan, lagi-lagi Pengadilan Niaga Medan menolak permohonan ketiga orang tersebut melalui 8/Pdt.Sus-PKPU/2019 tanggal 26 Maret 2020 dengan alasan tidak ada hubungan hukum antara Tm dan K dengan PT SYS.

Selanjutnya, ketiga orang tersebut mencoba lagi mengajukan permohonan PKPU, akan tetapi Pengadilan Niaga Medan tetap berpendapat TM dan K tidak memiliki hubungan hukum dengan PT SYS melalui Putusan 18/Pdt.Sus-PKPU/2020 tanggal 27 Juli 2020.

Tak puas atas 3 Putusan PN Niaga Medan sebelumnya, kemudian seorang diri Lie Tie Hok kembali mengajukan permohonan PKPU, dimana Tm, K, Aboi dan Jeffry Ong diposisikan sebagai kreditur lain dan bukan sebagai Pemohon.

Anehnya atas gugatan kali ini, Majelis Hakim Niaga Medan, malah mengabulkan permohonan tersebut melalui Putusan 42/Pdt.Sus PKPU/2020 tanggal 15 Desember 2020.

Kuasa Hukum PT.SYS mengatakan, dalam putusan ke 4 Hakim Niaga Medan itu, terdapat banyak keanehan dan melawan 3 putusan Hakim di Niaga Medan sebelumnya.

Atas hal itu, dengan sejumlah bukti yang dimiliki Husendro dan PT.SYS kembali menggugat Lie Tek Hok, Alim A Boai dan 5 tergugat lainnya melakukan Perbuatan Melawan Hukum.

Penulis:Redaksi
Editor  :Redaksi

Comments
Loading...