Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Capaian Vaksinasi Kepri Lampaui Progres Nasional

Kepala Dinkes Provinsi Kepulauan Riau, Muhammad Bisri. (Foto: Dokumentasi/Presmedia.id)

PRESMEDIA.ID, Tanungpinang- Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau M Bisri,  mengatakan capaian progres vaksinasi Kepri, sudah melebihi capaian Nasional.

Data Kementerian Kesehatan hingga saat ini capaiaan vaksinasi nasional baru 10.261.791 atau 5,7 persen dari total sasaran sebanyak 181.554.465 orang untuk seluruh Indonesia.

Sedangkan Kepri, sampai saat ini sudah 121.963 orang atau 8,3 persen dari jumlah sasaran sebanyak 1.476.091 warga di Kepulauan yang sudah mendapatkan dua dosis vaksin Covid-19.

Proses vaksinasi  Kepri yang sudah berjalan selama 2 bulan tersebut menurut Bisri sudah mencapai 121.963 orang atau 8,3 persen.

“Capaian kita ini sudah melebihi nasional. Kita akan terus gesa vaksinasi ke semua target sasaran dengan optimalisasi tenaga vaksitator dan posko-posko vaksinasi yang diperbanyak,” jelas Bisri Sabtu (1/5/2021).

Saat ini ini lanjutnya, Pemerintah provinsi Kepri tetap melanjutkan vaksinasi meski dalam suasana puasa di bulan Ramadan. Proses vaksinasi dilakukan secara massal untuk mempercepat waktu vaksinasi.
“Vaksinasi massal ini juga akan dilanjutkan ketika vaksin sudah sampai untuk masyarakat umum. Jika vaksinasi sudah masuk kalangan masyarakat, kita akan menggelar secara massal namun mendekatkan ke wilayah terdekat, luas dan nyaman untuk petugas maupun sasaran,” katanya.
Sementara untuk vaksinasi khusus tenaga kesehatan untuk dosis pertama sudah mencapai 17.764 (92, 2%) dan dosis kedua 17.097 (88, 8 %) dari total tenaga kesehatan sebanyak 19.257 orang. Vaksinasi untuk pelayanan publik dari target sasaran sebanyak 166.201 orang sudah tervaksin dosis pertama sebanyak 88.810 orang atau (53,4 persen) dan vaksinasi dosis II sebanyak 24.427 orang atau (14,7 persen). .
“Khusus Lansia dari sasaran sebanyak 118.851 orang sudah dilakukan vaksinasi dosis I sebanyak 15.389 orang atau (12,9 Persen) dan dosis II sebanyak 4.908 orang atau (4,1 persen),” jelas Bisri.
Pemprov Kepri, katanya, akan mengupayakan terus percepatan cakupan vaksinasi bagi Lansia. Model baru pelaksanaan vaksinasi diperlukan untuk mempercepat capaian vaksinasi tersebut. Vaksinasi Lansia menjadi prioritas karena termasuk kelompok berisiko tinggi yang apabila tertular virus Covid 19 akan memperburuk kondisi kesehatan mereka.
Masalahnya pelaksanaan vaksinasi Lansia dinilai lambat. Hal tersebut dikarenakan beberapa faktor diantaranya kondisi kesehatan fisik Lansia.
“Memang kita ingin fokus ke Lansia namun mereka ini agak sulit juga mem vaksinnya, ada yang ragu-ragu datang, mereka tidak lebih mobile dari yang lebih muda,” katanya.
Untuk mengatasi hal tersebut, Bisri mengatakan, diperlukan model baru pelaksanaan vaksinasi bagi Lansia agar mereka nyaman untuk segera disuntik. Model baru pelaksanaan vaksinasi yang sudah berjalan berupa sentra dan posko vaksinasi khusus Lansia.
“Kita bikin posko dan sentra-sentra vaksinasi dan mendorong kerjasama dengan institusi-institusi yang bisa akses ke Lansia seperti TNI/Polri, organisasi masyarakat keagamaan dan sebagainya,” tuturnya.
Baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah saat ini memang mengoptimalkan vaksinasi bagi lansia. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir angka kesakitan dan kematian akibat Covid19 terutama bagi kelompok Lansia.

Penulis:Redaksi
Editor  :Redaksi

Comments
Loading...