Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Tujuh Tersangka Penambang Pasir Ilegal Bintan Terancam 5 Tahun Penjara dan Denda Rp100 M

Aparat Satreskrim Polres Bintan memasang tanda garis polisi (polce line) di lokasi tambang pasir ilegal di Bintan. (Foto: Hasura/Presmedia.id).

PRESMEDIA.ID, Bintan – Tujuh tersangka kasus tambang pasir ilegal di Bintan, terancam 5 tahun penjara dan denda Rp100 miliar.

Ke tujuh pelaku penambangan pasir illegal di Kampung Banjar RT 01/RW 01, Desa Gunung Kijang, Kecamatan Gunung Kijang Bintan itu, kini meringkuk dalam sel tahanan Mako Polres Bintan untuk proses penyidikan lebih lanjut.

Kasatreskrim Polres Bintan, AKP Dwihatmoko Suseno, mengatakan dari 20 orang terduga pelaku yang diamanakan saat penertiban tambang pasir beberapa waktu lalu, setelah diperiksa hanya 7 orang yang memiliki peran dan pelaku utama hingga ditetapkan sebagai tersangka.

“Ke 7 orang ini adalah pemilik usaha tambang pasir ilegal tersebut. Jadi dari 20 orang, 13 orang lainnya merupakan pekerja. Sedangkan 7 merupakan pemilik usaha tambang pasir ilegal di 3 lokasi yang kami tertibkan. Saat ini ke 7 orang itu kita tetapkan sebagai tersangka,” ujar Dwihatmoko, Senin (3/5/2021).

Tujuh tersangka itu lanjutnya, adalah An, Bn, Sd, Fd, P alias U serta S alias A dan tersangka inisal M. Selain tersangka, juga ikut diamankan 5 unit mesin penyedot pasir sekop dan pipa untuk menyedot pasir dan menyuplai ke dalam bak lori.

Para tersangka, yang melakukan penambangan pasir tanpa izin itu, dijerat dengan Pasal 158 Jo Pasal 35 ayat (3) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 3 tahun 2020 tentang Perubahan atas Undang-undang Republik Indonesia Nomor 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan batubara.

“Tersangka terancam dipidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp 100 miliar,” ucapnya.

Penulis: Hasura
Editor: Ogawa

Comments
Loading...