Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Warga Jalan Garuda Keluhkan Lumpur Tanah dari Perumahan Citra Hill Tanjungpinang

Sri Rezeki (40) saat menunjukan pemotongan lahan yang dilakukan developer perumahan Citra Hill yang mengakibatakan lahan dan rumahanya terdampak lumpur saat hujan.(Foto:Roalnd/Presmedia.id)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang- Warga jalan Garuda Tanjungpinang, mengeluhkan luberan lumpur tanah merah, yang hanyut dan menggenangi rumah warga dari pemotongan bukit (cut and fill) pembangunan perumahan Citra Hill.

Salah satu warga, Sri Rezeki (40), mengatakan sejak pemotongan bukit dan Cut and fill yang dilakukan developer perumahan Citra Hill tersebut rumah dan usaha milik keluarganya dipenuhi lumpur saat hujan.

Hal itu disebabkan, posisi pembangunan perumahan atau pemotongan bukit (Cut and Fill) yang dilakukan Developer berada diatas lahan miliknya yang mengakibatkan sejumlah lumpur hanyut ke teras rumahnya saat datang hujan.

“Setiap datang hujan lumpur dari pembangunan perumahan itu mengalir ke lahan dan rumah kami,” kata Sri, Senin(3/5/2021)

Sri menyebutkan, rembesan lumpur dari perumahaan yang sedang dibangun itu terjadi karena developer perumahan Citra Hill yang diketahui milik Toni tidak membangun  batu miring di wilayah perbatasan lahan miliknya

“Di sempadan kita sama mereka, tidak dibuat batu miring, akibatnya hanyutan lumpur dari atas ke kita semua,”ucap Sri.

Selain rumah dan tempat usaha keluarganya lanjut Sri, lumpur dari pembangunan perumahaan itu, juga membuat tanaman di kebun keluarganya seperti kelapa dan durian juga mati.

Sri juga mengeluhkan soal pembuatan drainase yang dilakukan pihak developer, tanpa izin pemilik lahan dan tanah hasil kerukan pembuatan drainase itu, juga dibawa oleh developer.

“Sudah digali tanpa izin, tanah galiannya juga dibuang ketempat lain tidak tahu kemana, apakah dijual atau dibuang,” sebutnya.

Kejadiaan limbah lumpur tanah ini kata Sri, sudah berlangsung hampir 2 tahunan, dan tahun 2021 ini yang paling parah. karena lahannya yang dibawah terkena lumpurnya.

“Dampaknya lahan, sumur dan rumah dipenuhi lumpur, demikian juga jalan juga tertutup lumpur,” paparnya.

Sri juga mengaku, sudah sering memberi tahu udan menyampaikan keluhan ke developer perumahan Citra Hill, tetapi, tidak pernah digubris.

“Kita sering tanya ke Tony, tapi mereka hanya mengeluarkan surat pernyataan. Isinya sanggup untuk menangani lumpur dengan batu miring,” tambah Sri.

Atas dasar itu, Sri meminta Pemerintah kota Tanjungpinang yang mengeluarkan IMB Developer tersebut untuk dapat mengawasi dan mengevaluasi, hingga usaha pembangunan yang dilakukan tidak merugikan masyarakat.

Penulis:Roland
Editor :Redaksi 

Comments
Loading...