Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Gubernur dan Forkopimda Deklarasi Penerapan PKM Ketat dan Larangan Mudik Lebaran

*Cegah Penularan Covid-19 di Kepri Yang Semakin Tinggi

Foto: Petikan Deklarasi Gubernur Provinsi Kepri dan Forkopinda Kepri, tentang Kewaspadaan Covid dan pengetatan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PMK) serta Larangan Mudik dan Pulang Kampung.

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang- Pemerintah provinsi Kepri dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kepri, Mendeklarasikan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) selama bulan Ramadhan dan Larangan Mudik atau pulang kampung pada Hari Raya Idul Fitri 1442 H.

Deklarasi tersebut dikeluarkan Gubernur dan Forkopimda Kepri, melihat jumlah kasus positif Covid-19 di Kepri semakin terus melonjak dan bertambah selama April 2021 yang tambah 1.988 kasus, hingga total jumlah kasus Covid-19 di Kepri saat ini mencapai 11.499 orang.

Dalam deklarasi Gubernur dan Forkopimda menyatakan, Gubernur Kepri H.Ansar Ahmad bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah yang terdiri dari Kejaksaan, Kapolda, Kogabwilhan, Danrem, Danlantamal serta unsur pimpinan Instansi lainya menyatakan:

Dalam rangka mencegah serta memutus mata rantai penyebaran COVID-19 di Provinsi Kepri, Mendeklarasikan:
1. Senantiasa melaksanakan Protokol kesehatan ketat, dalam aktivitas sehari-hari baik di lingkungan keluarga, Lingkungan Kerja, Lingkungan masyarakat, berbangsa dan bernegara.

2. Tidak melaksanakan buka puasa bersama, takbir keliling dan tidak melaksanakan open house serta silaturahmi fisik dihari raya.

3. Tidak mudik ke kampung halaman pada Idul Fitri 1442 Hijriyah demi mencegah penyebaran Covid-19.

Deklarasi Gubernur dan Forkopimda di Kepri ini, juga menekankan agar warga menghindari Mudik, dan melakukan pertemuan/kerumunan secara fisik dan disarankan dirumah aja lebih baik.

Deklarasi ini juga ditandatangani Gubernur dan seluruh Pimpinan Forkopimda di Provinsi Kepri pada Selasa 4 Mei 2021.

Sebelumnya, Gubernur Kepulauan Riau H.Ansar Ahmad juga telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) yang ditujukan ke Bupati dan Walikota se-Provinsi Kepulauan Riau, tentang Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) selama bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1442 H.

Dalam surat edaran nomor 457/SET-SET/19/V/2021 yang dikeluarkan tanggal 2 Mei 2021 itu, menekankan pembatasan kegiatan masyarakat selama bulan ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1442 H.

“Surat edaran ini merupakan salah satu langkah bagaimana kita bersama-sama menekan penyebaran Covid 19 di Kepulauan Riau,” jelas Ansar Ahmad pada Minggu (2/5/2021) kemarin.

Sejumlah hal yang ditekankan dalam surat edaran tersebut, adalah tentang penyelenggaraan ibadah selama Bulan Ramadhan 1442 Hijriyah/Tahun 2021 di masjid/mushalla dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Pelaksanaan desinfeksi secara berkala pada ruangan masjid/mushalla serta penyediaan sarana cuci tangan pakai sabun (CPTS) dengan air mengalir dan/atau hand sanitizer. Menggunakan masker secara benar dan sebisa mungkin menghindari kontak fisik antar jamaah, seperti bersalaman, berpelukan dan lain-lain.

Menjaga jarak (physical distancing) minimal 1 (satu) meter antar perorangan dalam pelaksanaan ibadah Sholat, serta pembatasan kapasitas masjid/mushalla maksimal 50 persen.

Pembatasan aktivitas masyarakat di tempat dan fasilitas umum pada malam hari dan meniadakan pelaksanaan takbir keliling menyambut Hari Raya Idul Fitri/1 Syawal 1442 Hijriyah.

Meniadakan open house dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriyah bagi pejabat dan aparatur pemerintahan/ASN, serta masyarakat tidak melaksanakan kunjungan silaturahmi tatap muka.

Kepada Satuan Tugas Penanganan Covid 19 kabupaten/kota Gubernur Ansar juga meminta, agar bekerja sama dengan TNI/Polri meningkatkan  pengawasan, pendisiplinan masyarakat dan penegakan protokol kesehatan di fasilitas peribadatan serta tempat dan fasilitas umum lainnya.

Penulis :Redaksi
Editor   :Redaksi 

Comments
Loading...