Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran
Banner Pemko

Habisi Nyawa Janda, Hendra Didakwa Pasal Pembunuhan Berencana

Habisi Nyawa janda di Tanjungpinang, Terdakwa Hendra disidang dan dijerat Dengan Pasal Pembunuhan Berencana di PN Tanjungping. (Foto:Roland/Presmedia.id)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang- Hendra Syahputra Lubis, terdakwa kasus pembunuhan terhadap seorang janda, korban Alm.Reni Marika di rumahnya Jalan Wr.Supratman Km 8 Tanjungpinang, didakwa pasal berlapis oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Selasa(4/5/2021).

Dalam dakwaannya, JPU Andriansyah SH, mengatakan terdakwa Hendra Syahputra Lubis didakwa dengan kejahatan pembunuhan berencana Pasal 339 KUHP dalam dakwaan pertama dan dakwaan kedua melanggar pasal 339 KUHP.

Perbuatan pembunuhan Berencana yang dilakukan terdakwa Hendra Syahputra Lubis berawal pada saat terdakwa berbelanja di warung milik saksi Nuril Mustakim yang berada di depan cafe Payung Jalan WR Supratman Kota Tanjungpinang sekitar 10 Januari 2021.

Pada saat itu terdakwa mengatakan ke saksi Nuril bahwa rumah korban gampang dimaling. Selanjutnya keesokan harinya, sekitar pukul pukul 02.00 WIB, Senin (11/1/2021) terdakwa mendatangi rumah korban Reni Marika (Alm), yang terletak di Jalan WR.Supratman KM 8 Kelurahan Melayu Kota Piring Tanjungpinang

Lebih lanjut, Ardiansyah menjelaskan dengan membawa 1 buah obeng bunga yang terdakwa bawa dari bengkel tempat terdakwa bekerja. Sesampainya terdakwa di rumah korban, terdakwa berjalan ke samping rumah korban menuju ke jendela dan mencongkel jendela tersebut dengan menggunakan obeng bunga yang terdakwa bawa tersebut.

Setelah jendela berhasil terbuka kemudian terdakwa membuka teralis jendela rumah korban dengan menggunakan obeng bunga tersebut dan setelah teralis besi jendela berhasil terbuka selanjutnya terdakwa langsung masuk ke dalam rumah.

“Terdakwa langsung naik ke lantai 2 melalui tangga. Saat berada di lantai 2, terdakwa melihat ada 2 pintu kamar. Lalu terdakwa membuka pintu kamar sebelah kiri namun tidak dapat di buka,” ungkap Andriansyah.

Selanjutnya, Andriansyah menjelaskan terdakwa langsung menuju ke pintu sebelah kanan dan pada pintu sebelah kanan tersebut terdakwa mendapati keadaannya sedikit terbuka. Kemudian terdakwa mendorong pintu tersebut secara perlahan-lahan sampai terbuka lebar.

“Terdakwa langsung masuk ke dalam kamar dan di dalam kamar tersebut terdakwa melihat korban sedang tidur berselimut dengan posisi terlentang,” ungkapnya lagi.

Selain itu terdakwa juga melihat ada laptop milik korban yang terletak di rak baju korban dan terdakwa langsung mengambil 1 unit Laptop Merk Toshiba warna hitam tersebut. Tidak hanya itu terdakwa juga melihat ada 1 unit Handphone Merk OPPO A92 Warna Biru Putih yang terletak di samping kiri kepala korban.

Terdakwa mengambil dengan cara  jongkok meletakkan 1 Unit Laptop milik korban di lantai tepatnya di samping kiri terdakwa dan pada saat terdakwa mau mengambil 1 unit handphone milik korban tersebut. Tiba-tiba terdakwa terinjak sebuah kantong plastik yang menimbulkan suara sehingga korban terbangun.

“Korban berteriak dengan mengatakan tolong..! tolong!, terdakwa langsung mencekik leher korban dengan menggunakan tangan sebelah kanan,” paparnya.

Ia menyebutkan tidak hanya mencekik terdakwa juga mengambil sebuah bantal dengan menggunakan tangan sebelah kiri terdakwa dan menutup muka korban, kemudian terdakwa menghentakkan telapak tangan kiri terdakwa ke arah dada korban sebanyak 3 kali dan pada saat itu korban memberontak, serta menendang perut terdakwa dengan menggunakan kaki sebelah kanan korban.

Akibatnya terdakwa terjatuh, korban yang tidak menggunakan baju langsung berusaha melarikan diri ke arah pintu kamarnya namun terdakwa langsung menangkap kaki kanan korban dengan menggunakan kedua tangan terdakwa sehingga korban terjatuh lalu korban mengambil sebuah pisau yang berada di meja kaca yang tidak jauh dari tangan korban.

“Saat itu korban berusaha melakukan perlawanan terhadap terdakwa untuk membela dirinya dengan cara menusukkan pisau yang korban ambil ke arah terdakwa namun terdakwa berhasil menepis tangan korban sehingga pisau tersebut terjatuh,” ucapnya.

Selanjutnya korban berusaha mengambil lagi pisau yang jatuh tersebut dan pada saat itu tangan kiri terdakwa memegang tangan korban sedangkan tangan kanan terdakwa berusaha merebut pisau dari tangan korban.

Kemudian terdakwa berhasil merebut pisau dari tangan korban, setelah terdakwa berhasil merebut pisau dari korban, terdakwa melihat telapak tangan korban kiri luka dan mengeluarkan darah.

“Pisau itu terdakwa buang ke sebelah kanan terdakwa lalu terdakwa menelungkupkan tubuh korban selanjutnya terdakwa mencekik leher korban dengan tangan kiri terdakwa sampai korban tidak melakukan perlawanan,” jelasnya.

Ia menyampaikan terdakwa melepaskan lengan terdakwa dari leher korban tersebut dan setelah itu terdakwa mengecek perut korban untuk memastikan apakah korban masih bernafas atau tidak. Namun saat itu terdakwa mendapati bahwa korban tidak bernafas lagi dan tiba-tiba keluar darah dari mulut korban.

Terdakwa membersihkan darah yang keluar dari mulut korban tersebut dengan menggunakan baju terdakwa. Setelah itu, terdakwa langsung mengangkat dan membaringkan tubuh korban ke kasur selanjutnya terdakwa menutup badan korban dengan menggunakan selimut sehingga terlihat korban seperti orang yang sedang tidur.

“Terdakwa langsung kabur dan membawa barang-barang berharga seperti laptop merk Toshiba, 1 unit handphone merk Oppo,” pungkasnya.

Ketua Majelis Hakim, Boy Syailendra didampingi Hakim anggota Novarina Manurung dan Justiar Ronal menunda persidangan selama satu pekan dengan agenda  menghadirkan saksi.

Penulis:Roland
Editor  :Redaksi

Comments
Loading...