Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran
Banner Pemko

Operasi Ketupat Seligi 2021, Polres Tanjungpinang Fokus Penyekatan Larangan Mudik

Kapolres Tanjungpinang, AKBP Fernando cek Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang bersama Forkopimda.(Foto: Roland/presmedia.id)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang- Operasi Ketupat Seligi 2021 Kepolisian Resort (Polres) Tanjungpinang memfokuskan penyekatan larangan mudik hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah.

Hal ini sesuai dengan Surat Edaran Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, secara resmi melarang mudik dari 6 sampai 17 Mei 2021.

Kapolres Tanjungpinang, AKBP Fernando, mengatakan rangkaian Operasi Ketupat Seligi akan dilakukan pengetatan larangan mudik yang dilaksanakan dari tanggal 6 sampai 17 Mei 2021.

Hal itu kata Fernando, sesuai amanat Surat Edaran Gubernur Kepri yang disampaikan tahun ini sama seperti tahun lalu terkait larangan mudik di masa pandemi Covid-19.

Selain larangan Mudik, didalam SE Gubernur lanjutnya, juga ada ketentuan pembolehan keluar dari wilayah Kepri, maupun antar pulau di Kepri, dengan ketentuan yang ditetapkan, seperti untuk keperluan pelaksanaan tugas, atau dalam rangka berobat karena sakit, kegiatan bisnis tetapi itu dengan syarat harus menunjukan hasil negatif Rapid Antigen, PCR Swab atau GeNose.

“Ketentuan itu sudah ada di surat edaran Gubernur dan merupakan penjabaran dari kebijakan pemerintah pusat,” kata Fernando usai gelar pasukan seligi Ketupat di Mapolres Tanjungpinang, Rabu(5/5/2021).

Fernando berharap masyarakat yang keluar masuk khususnya wilayah Tanjungpinang harus mentaati aturan yang ditetapkan Forkopimda dan dijabarkan dalam Operasi Ketupat Seligi.

“Di pintu masuk baik pelabuhan maupun bandara, juga sudah ada pos terpadu yang melibatkan TNI, Polri, Satpol PP dan Dishub, dan semua yang terlibat,” papar Fernando.

Ia menegaskan bagi warga nanti yang keluar dan masuk ke Tanjungpinang akan dicek administrasinya.

Untuk pos pelayanan dan pos pengamanan tahun ini ada dua Pos Terpadu, diantaranya di Pelabuhan dan Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF).

“Untuk pos pengamanan ada 4, masing-masing di wilayah hukum Polsek, sedangkan pos bergerak ada satu di Satpol Air,” jelasnya.

Ia menyebutkan, pos bergerak ini mengawasi dan menjaga pintu masuk pelabuhan tikus, jangan sampai dari luar Kepri masuk ke Tanjungpinang dengan menggunakan kapal-kapal yang tidak masuk ke pelabuhan resmi .

“Personil yang dikerahkan di pos-pos itu ada 70 personil,” pungkasnya.

Penulis: Roland
Editor. : Redaksi

Comments
Loading...