Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Pemprov Kepri Tetap Izinkan Kapal Antar Pulau Untuk Layanan Khusus Beroperasi

Sekda Provinsi Kepulauan Riau H TS Arif Fadillah. (Foto: Dokumentasi/Presmedia.id).

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Meski kebijakan larangan mudik hari raya Idul Fitri 1442 Hijriah efektif sudah diberlakukan, namun Pemprov Kepri meminta agar operator kapal antar pulau tetap beroperasi bagi sejumlah layanan khusus yang dikecualikan.

Layanan tersebut di antaranya, diberikan bagi transportasi masyarakat yang bekerja serta bagi masyarakat bila ada keperluan mendesak.

Hal ini sesuai dengan ketentuan Surat Edaran (SE) Gubernur Tentang Larangan Mudik, serta Ketentuan yang Dikecualikan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kepri, TS Arif Fadillah, mengungkapkan mengingat kondisi geografis Kepri yang sebagian besar adalah lautan, dan penggunaan transportasi laut antar pulau merupakan hal yang biasa.

‘’Maka, layanan kapal antar pulau seperti Batam-Tanjungpinang, Tanjungpinang-Lingga, dan lainnya tetap beroperasi,’’ ujar Sekda.

Namun, katanya, hal ini harus disesuaikan dengan jumlah penumpang. Sehingga, keberangkatannya tidak berdasarkan jadwal lagi, melainkan banyaknya penumpang.

“Biasanya kalau sudah 60 persen kursi terisi sudah boleh jalan. Tapi, tetap dengan penerapan protokol kesehatan,” ungkapnya.

Arif mengatakan, untuk memperketat pengawasan larangan mudik ini pihaknya telah menempatkan satgas di pelabuhan-pelabuhan.

Untuk mengawasi dan melihat secara langsung penerapan protokol kesehatan. Tak hanya untuk penumpang, namun juga bagi operator kapal.

“Jadi dengan hadirnya satgas di pelabuhan, pengawasan jadi semakin ketat,” katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kepri, Junaedi Sarpan, menegaskan selama pemberlakuan larangan mudik 6-17 Mei 2021 ini operator kapal masih diizinkan beroperasi.

‘’Namun, harus memenuhi kriteria persyaratan, seperti jumlah penumpang harus dibatasi tidak boleh full kursi terisi,’’ ujarnya.

Operator Kapal Wajib Siapkan Peralatan Prokes

Jadwal keberangkatan kapal juga harus dibatasi, dimana biasa per satu jam berangkat dengan adanya aturan ini. Maka jadwal diundur menjadi per dua jam, dan operator kapal juga harus menyiapkan alat-alat prokes yang lengkap.

Junaidi menambahkan bahwa, pihaknya juga membolehkan kapal-kapal yang membawa kebutuhan pokok tetap beroperasi termasuk kapal Roro yang memprioritaskan membawa mobil sembako dan orang dengan keperluan mendesak dan urgen.

‘’Namun tetap harus menyertakan kelengkapan surat-suratnya,” jelasnya.

Bagi masyarakat yang keberatan dengan syarat wajib tes Antigen lanjutnya, saat ini juga di tiap pelabuhan pihak Pelindo dan ASDP telah menyiapkan alat tes Ge-Nose yang harganya terjangkau masyarakat.

“Kami sudah cek ke sejumlah pelabuhan, pengelola pelabuhan sudah menyiapkan Ge-Nose untuk mempermudah masyarakat, PNS, TNI dan Polri yang akan bepergian karena urusan penting,” demikian Junaedi.

Penulis: Ismail
Editor: Ogawa

Comments
Loading...