Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Aniaya Istri Hingga Buta, Surijon Dijebloskan ke Penjara

Kapolsek Bintan Utara, Kompol Suharjono saat melakukan Konfrensi Pers KDRT yang dilakukan Tersangka Surijon (Foto:Istimewa)

PRESMEDIA.ID, Bintan – Aniaya Istri hingga patah tulang dan  buta, Surijon (35) dibekuk Polisi di Desa Sebong Pereh, Jumat (7/5/2021).

Selain melakukan Kekerasan pada istri, Surijin juga disebut melakukan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) terhadap istri, anak dan neneknya.

Kapolsek Bintan Utara, Kompol Suharjono, mengatakan dalam kasus KDRT yang dilakukan Surijon ada 3 korban yaitu istri pelaku, korban Pujiati (31), anaknya inisial P(3) dan neneknya Lie Ahiok (78).

“Ketiganya disekap di rumah yang berada di Perum Garden View Blok B Desa Sebong Pereh Kecamatan Teluk Sebong,” ujar Suharjono, Sabtu (8/5/2021).

Pelaku lanjutnya, menyekap ketiganya sejak 25 Juli 2020, Selama itu, pelaku sering menganiaya istri dan neneknya dengan memukuli.

Pelaku penganiaya kedua korban dengan cara memukul dengan batang sapu hingga patah dan menyebat badan pelaku dengan gantungan baju.

Selain dengan tangan, dan kayu, pelaku juga memukul tangan dan jari jemari istrinya dengan gembok serta martil hingga jari kiri istrinya patah.

“Pelaku juga sering memukul wajah korban sampai giginya goyang. Lalu pelaku mencabut gigi pelaku dengan tang penjepit,” jelasnya.

Selain itu pelaku juga meluapkan amarahnya tanpa sebab dengan mengikat istrinya ke tiang rumah dengan tali atau ikat pinggang. Kemudian melakukan penyiksanya dengan pukulan bertubi-tubi. Bahkan pelaku menyiram tubuh istrinya dengan air panas dari dispenser.

Akibat semua penyiksaan itu, sang istri mengalami luka berat pada sekujur tubuh. Mulai dari patah jari tangan, patah tulang rusuk, lebam di wajah dan dada l, gigi patah serta kebutaan pada kedua mata korban.

“Saat ini, korban sudah dilarikan ke RSUD Engku Haji Daud Tanjunguban dan rencana akan dirujuk ke RSUD Raja Ahmad Tabib (RAT) guna mendapati pengobatan yang lebih intensif,” katanya.

Atas perbuatanya, saat ini pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dan dijebloskan ke jeruji besi Sel Polsek Bintan Utara

“Dia dijerat tindak pidana KDRT Jo merampas kemerdekaan sebagaimana Pasal 44 ayat (2) Nomor 23 tahun 2004 tentang penghapusan KDRT Jo Pasal 333 K.U.H.Pidana (penyekapan/merampas kemerdekaan), dengan ancaman hukuman 10 tahun,” tegasnya.

Penulis:Hasura
Editor :Redaksi

Comments
Loading...