Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Apresiasi Penanganan Covid-19 Kepri, Mendagri: Waspada Klaster Lebaran

Mendagri Muhammad Tito Karnavian memberikan keterangan pers terkait teguran keras terhadap Gubernur Papua Lukas Enembe menyusul lawatannya ke negara Papua Nugini. (foto:Puspen kemendagri/presmedia.id)

PRESMEDIA.ID, Bintan – Menteri dalam negeri (Mendagri) Tito Karnavian, mengapresiasi, upaya yang dilakukan Pemerintah Provinsi Kepri mengendalikan penyebaran Covid-19.

Menurut Tito, meskipun saat ini ada tren kenaikan kasus Covid-19 di Provinsi Kepri, Tetapi Mendagri menilai kunci utama keberhasilan itu ada pada sinergitas koordinasi di tingkat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Provinsi Kepri yang menurutnya sangat baik.

“Sebab, ada di beberapa daerah tidak seperti itu, (mereka) bekerja masing-masing. Ini (Provinsi Kepri) tidak, Gubernur, Kapolda, Danrem sangat kompak,” katanya, saat berkunjung ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang, Kabupaten Bintan, Minggu (9/5/2021).

Faktor lainnya, imbuh Mendagri yang membuat penanganan Covid-19 di Provinsi Kepri masih dapat terkendali, karena adanya hubungan antara gubernur serta bupati dan wali kota di Provinsi Kepri yang terjalin cukup baik.

Hal ini lanjutnya, perlu ditingkatkan hingga penanganan Covid-19 antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota di Provinsi Kepri dapat berjalan maksimal.

“Kalau hubungan antar pemimpin itu sudah sangat bagus, penanganan Covid-19 akan sangat mudah. Artinya, penanganan Covid-19 di Kepri saat ini relatif under control,” jelasnya yang waktu itu didampingi Gubernur Kepri, Ansar Ahmad.

Waspada Kluster Lebaran  

Meskipun begitu, lanjut mantan Kapolri ini, secara tegas dirinya meminta kepada Pemprov Kepri dan seluruh pemerintah kabupaten/kota di Kepri serta elemen masyarakat untuk tetap waspada. Utamanya menjelang datangnya Hari Raya Idul Fitri hadapan ini.

“Karena dari pengalaman sebelumnya, di masa Ramadhan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri relatif mengalami kenaikan. Terutama di kegiatan-kegiatan ekonomi maupun kegiatan keagamaan,” ujarnya.

Misalnya di pasar serta di pusat perbelanjaan, serta pelaksanaan ibadah selama bulan Ramadhan. Ia tidak ingin, di Kepri terjadi kluster Tarawih seperti yang terjadi di Pati dan Banyuwangi.

“Karena itu, jangan sampai kita lengah. Di saat lebaran nanti juga jangan ada open house, karena itu pasti akan menimbulkan keramaian,” tegasnya.

Penulis:Redaksi
Editor  :Ogawa

Comments
Loading...